Vaksin Gabungan Berhasil Lenyapkan Tumor

MEPNews.id – Periset telah mengembangkan vaksin baru yang terbukti berhasil melawan tumor. Dengan cara menyuntikkan sejumlah kecil dua agen stimulasi kekebalan gabungan langsung ke tumor padat pada tikus, penelitian itu menunjukkan keberhasilan menghilangkan penyakitnya.

Tim Sandle dalam Digital Journal edisi 12 Februari 2018 mengabarkan, studi ini dilakukan tim dari Stanford University School of Medicine di Inggris. Publikasinya dilontarkan dalam jurnal Science Translational Medicine dengan judul ‘Eradication of spontaneous malignancy by local immunotherapy.’

Seiring kemajuan percobaan, vaksin baru itu bisa menjadi dasar terapi kanker dengan tindakan cepat dan murah. Maka, penelitian lebih lanjut akan menilai apakah ada efek samping yang merugikan sebelum uji coba pada manusia. Efek samping bisa timbul dari terapi stimulasi kekebalan tubuh.

Dr Ronald Levy, peneliti utama, saat berbicara di European Pharmaceutical Review, mengatakan, “Ketika kami menggunakan dua agen ini bersamaan, kami melihat hilangnya tumor di sekujur tubuh. Pendekatan ini memangkas kebutuhan untuk mengidentifikasi target imun tumor-khusus dan tidak memerlukan aktivasi sistem imun secara keseluruhan atau penyesuaian sel kekebalan pasien.”

Dari dua agen tersebut, yang satu telah disetujui untuk digunakan pada manusia. Satunya lagi masih menjalani uji klinis untuk menilai kesesuaiannya.

Agen yang pertama muncul dari kerja antibodi monoklonal, dan disebut rituximab. Agen yang dijual dengan merek Rituxan itu menggunakan alat suntik untuk mengobati penyakit autoimun dan beberapa jenis kanker, antara lain limfoma non-Hodgkin, leukemia limfositik kronis, rheumatoid arthritis, purpura trombositopenik idiopatik, pemfigus vulgaris dan miastenia gravis.

Tentang kemajuan imunoterapi ini, Dr. Levy menambahkan, “Semua kemajuan imunoterapi ini bakal mengubah praktik medis. Pendekatan baru yang kami kembangkan menggunakan aplikasi satu kali dalam jumlah sangat kecil dari dua agen untuk merangsang sel kekebalan hanya di dalam tumor itu sendiri. Pada tikus percobaan, kami melihat efek alami yang menakjubkan, termasuk penghilangan tumor di seluruh hewan itu.”

Imunoterapi kanker mengacu pada penggunaan sistem kekebalan tubuh untuk mengobati tumor yang menjadi kanker. Ada berbagai bentuk imunoterapi, yang dikategorikan sebagai aktif, pasif atau hibrida (campuran aktif dan pasif). Setiap pendekatan bekerja dengan dasar bahwa sel kanker memiliki molekul di permukaannya yang dapat dideteksi oleh sistem kekebalan tubuh, yang dikenal sebagai antigen tumor (TAA).

Imunoterapi aktif mengarahkan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel tumor dengan menargetkan TAA. Imunoterapi pasif meningkatkan respons anti-tumor yang ada dan mencakup penggunaan antibodi monoklonal.

Metode Dr Levy melibatkan pengaktifan kembali sel-T yang spesifik kanker. Caranya dengan menyuntikkan mikrogram dua agen ke lokasi tumor. Beberapa sel-T yang teraktivasi tumor segera tertarik ke tumor aslinya dan menemukan lalu menghancurkan tumor identik lainnya.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.