Terobosan! Jaringan Ginjal dari Sel Induk

MEPNews.id – Ada harapan baru bagi penderita gagal ginjal. Biaya mahal cuci darah bisa dikurangi atau dihilangkan bila teknik mutakhir ini bisa dioptimalkan. Teknik ini memanfaatkan stem cell (sel induk) dengan perantara tikus dan laboratorium.

Rich Haridy di New Atlas edisi 12 Februari 2018 mengabarkan, untuk pertama kalinya para ilmuwan berhasil menumbuhkan jaringan ginjal manusia di laboratorium yang berfungsi dan mampu menghasilkan urine. Studi oleh periset dari Universitas Manchester di Inggris ini membuat jaringan ginjal dari sel induk manusia yang ditanamkan di bawah kulit tikus dan kemudian berkembang menjadi sel ginjal yang berfungsi.

Jutaan orang di seluruh dunia setiap tahun meninggal karena gagal ginjal, atau menguras uang untuk menjalani dialisis sambil menunggu transplantasi. Terobosan mutakhir luar biasa ini membawa satu langkah lebih dekat teknik untuk memperbaiki atau mengganti jaringan ginjal yang rusak pada manusia.

Dalam hasil studi yang dipublikasikan di jurnal Stem Cell Report, teknik ini dimulai dengan menumbuhkan bagian mikroskopis ginjal, yang disebut glomeruli, di dalam cawan petri menggunakan sel induk pluripoten manusia. Tahap ini telah dicapai peneliti lain, namun langkah berikutnya mendorong hasil kerja tim ke wilayah yang benar-benar baru.

Sel ginjal dari cawan petri ini kemudian ditanamkan di bawah permukaan kulit tikus yang telah direkayasa agar tidak memiliki sistem kekebalan tubuh aktif. Dua belas minggu kemudian, jaringan di bawah kulit tikus ini berhasil menumbuhkan nefron yakni elemen struktural di dalam ginjal manusia. Ini juga menumbuhkan jaringan pembuluh darah serta glomerular filtrate (zat mirip urin yang dihasilkan setelah proses penyaringan darah di ginjal).

Jembatan Penelitian

“Kami membuktikan tanpa keraguan bahwa struktur ini berfungsi seperti sel ginjal yang menyaring darah dan memproduksi air kencing, meski kami belum dapat mengatakan berapa persentase fungsinya,” kata Sue Kimber, salah satu peneliti utama. “Yang sangat menarik, strukturnya terbuat dari sel manusia yang bisa mengembangkan suplai darah kapiler sangat baik. Struktur ini bisa terkait dengan pembuluh darah tikus.”

Sheila MacNeil, dari University of Sheffield, yang tidak terlibat penelitian, memuji tim Manchester ini karena menjembatani jeda penelitian penting antara sel manusia yang tumbuh di laboratorium dan yang benar-benar membuat sel itu berkembang menjadi organ berfungsi.

“Ini langkah kunci yang menunjukkan sel-sel itu memiliki potensi. Yang dibutuhkan adalah memberi lingkungan yang sesuai agar sel-sel itu mengembangkan diri,” kata MacNeil. “Studi ini menunjukkan jalan menuju suatu hari nanti kita berkemampuan menumbuhkan ginjal baru untuk mengganti ginjal pasien yang rusak.”

Meskipun terobosan ini sangat penting, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum dapat menumbuhkan kembali fungsi ginjal manusia untuk digunakan dalam transplantasi. “Untuk membangun unit penyaringan ginjal, kami sekarang harus beralih ke rute luar untuk urin dan ke cara memanfaatkan teknologi ini ke ginjal berpenyakit,” kata Adrian Woolf, salah satu peneliti.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.