Literasi Pelangsung Peradaban

Oleh: M.Yazid Mar’i

MEPNews.id —–Barang siapa ingin bahagia di dunia, maka dengsn ilmu. Barang siapa ingin bahagia di ahirat dengan ilmu. Barang siapa ingin bahagia keduanya (dunia dan ahirat) juga dengan ilmu.

Hadis baginda Nabi Muhammad ini memberikan sinyal kuat, betapa pentingnya ilmu bagi kehidupan manusia. Bahkan dalam suatu pribahasa arab disebutkan bahwa ilmu bila tak diamalkan bagai pohon yang tidak berbuah “al ‘ilmu bila amalin ka al sajaru bila tsamarin”. Dalam metode pengamalan ilmu ini adakalanya melalui perkataan “disebut dengan qaulan sadiida”, adakalanya dengan tulisan.

Penyampaian dengan perkataan sering kali tidak bertahan lama, karena otak manusia secara umum hanya bisa menangkap 10 persen yang didengar.

Itulah mengapa konsep “iqro’ (membaca) dalam alquran surat al alaq, di iringi dengan kata,”bil qolam”, dengan perantaraan pena. Dalam makna lain apa yang dibaca, apa yang didengar, haruslah kemudian ditulis agar bertahan lama sepanjang kehidupan sejarah manusia.

Produk~produk yang memberikan manfaat hari ini tak bisa dilepaskan dari penemuan masa lampau yang ditulis dan diabadikan hingga hari ini. Karenanya keinginan komunitas penulis, seniman, sastrawan dengan melakukan kegiatan “bookfair” pameran buku Bojonegoro, karya penggiat literasi Bojonegoro dari tanggal 12~14 Pebruari 2018 di exhibition room gedung pemkab Bojonegoro jalan mastumapel no 1 adalah sebagai sebuah upaya untuk menggelorakan kembali budaya menulis di kalangan masyarakat mahasiswa, siswa, guru, akademisi dengan berbagai disiplin ilmu, praktisi diberbagai lingkungan di Bojonegoro.

Dalam pandangan penulis, kebangkitan literasi (menulis, membaca) adalah salah satu ciri masyarakat maju. Karena dengan membaca seseorang akan menemukan banyak hal yang tersembunyi, kemudian dari membaca otu pula seseorang dapat melakukan atau merealisasikannya dalam kehidupan. Dengan begitu selanjutnya akan mampu menganalisis setiap peristiwa alam atau peristiwa kemanusiaan, untuk melahirkan sintesa sebagai awal dari lahirnya pengetahuan baru yang dapat diterapkan untuk sebesar~besarnya bagi kebikan kehidupan.

Maka dengan menulis, secara tidak langsung akan melahirkan kritik dan masukan terhadap penemuan baru, pendapat baru, konsep baru yang dapat meneruskan mata rantai kehidupan manusia, hari ini dan esok. ***
Hip cafe, 11022018

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.