Ketika Alarm Berbunyi

Catatan Oase 41 :

MEPNews.id —- Kriing…. Bunyi alarm jam 03.00, menandakan saya harus bangun dan melakukan sesuatu yang sudah saya rencanakan. Saya yakin apa yang saya lakukan pastilah sebagian besar sahabat saya akan melakukan hal yang sama, membunyikan alarm bila ingin diingatkan kalau akan melaksanakan sesuatu disaat melaksanakan aktifitas yang lain. Misalnya disaat anda tidur malam, anda ingin menjalankan sholat malam, maka agar tidak terlewatkan, anda pasti akan membunyikan alarm.

Bukankah dalam deretan kita menapaki waktu, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Gusti Allah, telah banyak memberi sinyal peringatan agar kita segera melakukan sesuatu yang berdampak utamanya kebaikan. Simak saja dentum alarm Tsunami, longsor di Pacitan, banjir di Jakarta, luapan kali dari Bogor menuju ke Jakarta, terengutnya nyawa Guru Budi ditangan muridnya, gizi buruk Asmat, kartu kuning Zaadith sang mahasiswa cerdas ketua BEM UI, bahkan juga alarm tidak diterimanya gugatan KBRS dipengadilan dengan alasan tidak adanya bukti legal formal kelembagaan.

Apa yang sudah kita lakukan terhadap peringatan tersebut ? Kadang kita sering angkuh terhadap bunyi alarm, kita tak peduli dan kita abaikan. Betapa angkuhnya kita ketika Gusti Allah yang Maha Kasih dan Sayang memberi alarm bahwa tubuh yang kita miliki ini harus segera diistirahatkan, kita jumawa bahwa kita ini kuat, kita ini bisa, kita ini perkasa, kita tak sadar bahwa tubuh punya keterbatasan ditengah kefanaan ini. Sakit adalah sebuah alarm dari Gusti Allah, karena Gusti Allah masih sayang sama kita.

Ditengah jari Tuhan mendendangkan alarm kasih sayangnya, saya mencoba merenungkan sebuah makna yang dituliskan oleh Tuhan dalam Al Qur’an Surat Ali Imroon ayat 190 – 191 ” Sesunghuhnya telah aku ciptakan langit dan bumi, serta rangkaian pergantian waktu siang dan malam, sesungguhnya itu semua adalah tanda ( alarm ) bagi mereka yang mau berpikir. Siapakah orang yang mau berpikir itu? Mereka yang selalu merenungkan dengan kejernihan akalnya dalam situasi apapun, baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun terbaring, dan tersimpullah bahwa tidak ada satupun apa yang diciptakan Allah yang sia sia “.

Kawan… Harmonisasi alarm peristiwa peringatan Tuhan sejatinya adalah sebuah pengingat hendaknya kita segera melakukan sesuatu. Buat sahabat sahabat saya yang berada di Komunitas Bambu Runcing Surabaya, peristiwa yang kita lalui bersama, peristiwa diterimanya gagasan kita tentang masjid Assakinah dan Penataan Balai Pemuda oleh pemerintah kota adalah sebuah alarm. Begitu juga peristiwa ditolaknya gugatan kita di Pengadilan Negeri Surabaya tentang penghancuran rumah radio Bung Tomo Jalan Mawar 10 oleh Jayanata juga merupakan alarm bahwa kita harus melakukan sesuatu yang lebih baik. Berita pagi ini tentang sakitnya sahabat saya Mas Wawan Kemplo, bagi saya ini merupakan peringatan bagi kita, jangan biarkan Mas Wawan sakit karena memikirkan dinamisasi kita yang beraura negatif…. Kita harus segera berubah.

Bukankah kebaikan itu hanya akan bisa dilakukan dengan kebaikan pula, baik dalam cara dan baik pula dalam tatanan alatnya.

Yang abadi didunia ini adalah perubahan, nah kawan menolak perubahan, maka kita akan tergilas oleh perubahan itu sendiri.

” Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin, esok harus lebih baik daripada hari ini ” ( Al Hadits )

Assalammualaikum wr wb…. Selamat pagi, selamat beraktifitas, semoga hari ini adalah hari momentum kita memaknai perubahan ke arah yang lebih baik

Surabaya, 10 Pebruari 2018

M. Isa Ansori
Pengajar di STT Malang, Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Jatim dan Anggota Dewan Pendidikan Jatim

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.