Berbahayakah Makan Cabe Sangat Pedas?

MEPNews.id – Sangat pedas itu ukurannya adalah bisa membuat bibir atas berkeringat, hidung mengalir cairan, dan mulut mendesis-desis terasa seperti terbakar. Ada sejumlah orang yang menikmati sambal dengan 50 cabe rawit merah. Masalahnya, bagaimana kondisi kesehatan setelah makan super-pedas?

sambelAnthea Levi, menulis untuk Health edisi 06 Februari 2018, tentang semakin maraknya ALS Pepper Challenge. Ini tantangan berrantai bagi seseorang untuk makan cabe sepedas yang ia bisa. Tantangan ini mirip Ice Bucket Challenge 2.0 untuk mandi diguyur gumpalan es batu.

Selebriti antara lain Kelly Clarkson dan Shaquille O’Neal pernah menelan cabe pedas untuk tantangan yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan menggalang dana untuk penyakit neurodegeneratif. Tapi, saat ada orang berjuang mengunyahnya, orang lain bertanya-tanya: Apa yang membuat cabe begitu pedas?

Wendy Bazilian DrPH, ahli gizi yang juga penulis buku Eat Clean, Stay Lean, mengatakan senyawa utama pada cabe adalah phytonutrient yang disebut capsaicin. Nah, capsaicin ini bisa menempel pada reseptor syaraf yang mendeteksi suhu dan mengirimkan sinyal panas dan pedas ke otak.

Level pedas cabe terkit kadar capsaicin yang dikandungnya. Untuk mengetahui level pedas jenis cabe tertentu, ada skala Scoville. Skala ini memberi peringkat varietas cabe dari yang paling tidak pedas hingga sangat pedas berdasarkan konsentrasi capsaicin.

“Ada mitos bahwa cabe sangat pedas dapat menciptakan kerusakan pada kerongkongan atau lidah,” kata Bazilian. “Tapi itu mitos yang belum terbukti secara ilmiah. Namun, itu bukan berarti tidak ada bahaya terkait makanan sangat pedas.”

Saat kita makan cabe sangat panas, otak menerima sinyal ‘rasa sakit’ yang mendorong perasaan sakit di lambung, reaksi mual, atau muntah. Lambung bereaksi seolah-olah kita mengkonsumsi zat beracun, lalu bekerja keras memuntahkan apa pun yang baru dimakan. “Saat muntah terjadi, asam yang keluar dari lambung turut mengiritasi kerongkongan,” jelas Bazilian.

Bergantung seberapa pedasnya, iritasi memang bisa menyebabkan gangguan serius. Pada Oktober 2016, ada orang yang kerongkongan harus dirawat setelah ikut kontes makan cabe. Ia mencoba makan bhūt jolokia (cabe setan) dari India dan kemudian muntah.

Selain kepedasan di lambung dan kerongkongan, reaksi potensial lain terhadap makan cabe super pedas antara lain mati rasa dan kesulitan bernafas.

Di sisi lain, makan cabe memberi manfaat besar bagi kesehatan. Penelitian menunjukkan, makanan kaya capsaicin dapat membantu program pelangsingan dengan cara menahan nafsu makan dan meningkatkan kemampuan pembakaran kalori tubuh. Cabe juga terbukti membantu membersihkan sinus, mengurangi rasa sakit, dan mengendalikan pertumbuhan beberapa bakteri di usus.

Untuk mendapat manfaat optimal dari cabe pedas, pilih varietas yang masuk akal pada skala Scoville. Pilih yang layak dikonsumsi saja. Lalu, makan cabe bersamaan dengan makanan lain, jangan dimakan mentah-mentah sendirian. “Dengan cara ini, dampaknya jadi berkurang di lidah, kerongkongan, dan lambung,” kata Bazilian.

Jika berminat kontes makan cabe atau ALS Pepper Challenge, ingatlah; “Bila mengkonsumsi hal-hal yang tidak enak dan dalam jumlah tidak masuk akal, maka kemungkinan untuk hasil buruk dan ketidaknyamanan adalah sangat nyata,” kata Bazilian.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.