Cukup Gerak Badan Ringan 30 Menit Tiap Hari

MEPNews.id – Ini kabar baik. Studi dari Institut Karolinska di Stockholm, Swedia, menunjukkan mengganti waktu duduk dengan aktivitas fisik intensitas ringan setiap hari dapat bermanfaat signifikan bagi kesehatan. Kabar ini disampaikan Catharine Paddock PhD di Medical News Today edisi 29 Januari 2018 mengutip hasil studi yang dimuat di jurnal Clinical Epidemiology.

Mengganti waktu setengah jam duduk setiap hari dengan melakukan pekerjaan rumah tangga, berjalan, berdiri, atau aktivitas intensitas rendah serupa bisa menurunkan 24 % risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Jadi, tak banyak perbedaan manfaat antara aktivitas fisik intensitas sedang dengan intensitas tinggi bagi kesehatan.

Periset juga mengkonfirmasi temuan sebelumnya tentang bahaya duduk berkepanjangan. Dibandingkan dengan duduk kurang dari 6,5 jam per hari, yang duduk lebih dari 10 jam sehari punya risiko kematian prematur 2,5 kali lebih tinggi.

“Penelitian ini penting karena menilai secara obyektif tingkat aktivitas fisik dengan menggunakan pelacak gerak, bukannya sekadar laporan sendiri dari responden penelitian,” kata pemimpin studi, Dr. Maria Hagströmer, dosen senior di Department of Neurobiology, Care Sciences and Society. “Studi sebelumnya bertanya kepada peserta tentang tingkat aktivitas fisik. Studi semacam ini dapat menyebabkan kesalahan pelaporan karena orang sulit mengingat secara tepat sudah berapa lama duduk dan bergerak.”

Sebelumnya, Departemen Kesehatan Amerika Serikat menyatakan, “Untuk mendapatkan manfaat kesehatan substansial, orang dewasa harus latihan aerobik intensitas minimal 150 menit per minggu, sebaiknya menyebar hingga seminggu minimal 10 menit setiap kali. Contohnya, jalan cepat atau tenis. Atau, 75 menit per minggu latihan aerobik intensitas tinggi atau campuran antara moderat dan kuat. Contohnya, joging atau berenang.”

Namun, temuan di Swedia ini bisa membawa kenyamanan bagi mereka yang enggan terhadap pedoman formal seperti di Amerika Serikat itu. Waktu yang digunakan untuk melakukan tugas sehari-hari, dan bukannya dihabiskan untuk duduk, juga membuat perbedaan yang lebih besar dari yang kita duga.

Untuk penelitian ini, para peneliti menganalisis data 851 pria dan wanita yang ambil bagian dalam penelitian berbasis populasi tentang Perilaku, Sikap dan Perubahan. Data aktivitas fisik dikumpulkan dengan akselerometer Actigraph. Data kematian dan penyebab kematian dikumpulkan dari pendaftar yang menjalani penelitian tindak lanjut selama rata-rata 14,2 tahun.

Selama masa tindak lanjut, 79 peserta meninggal (24 akibat kardiovaskular, 27 kanker, dan 28 penyebab lainnya.) Ketika menganalisis data aktivitas terhadap kematian dan penyebab kematian, para peneliti menemukan aktivitas fisik intensitas rendah terkait dengan penurunan 24 persen risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan penurunan risiko 11 persen kematian akibat semua penyebab.

Mengganti waktu duduk diam dengan 10 menit aktivitas intensitas sedang setiap hari dikaitkan dengan 38 persen penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, sementara 30 menit aktivitas ringan per hari dikaitkan dengan penurunan 77 persen. Sementara, tidak ada pengurangan signifikan secara statistik untuk kematian akibat kanker.

“Ini studi unik,” kata Hagströme. “Kami mampu menganalisis sejumlah besar orang dengan ukuran aktivitas fisik objektif hingga 15 tahun.” (*)

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.