Keharusan Bertahan, Catatan Kritis Kyai Masruri

Sunnah Mudafa’ah, Keharusan Bertahan Dan Melakukan Pembelaan Dan Perlawanan.

Oleh Masruri Abd Muhit

Diantara nama nama baik, asma’ husna, Allah swt adalah al’alim al hakim, Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

Artinya bahwa apa pun yg terjadi di dunia ini atas sepengetahuan Allah, atas kehendakNya dan semuanya itu atas kebijakanNya yg sempurna.

Kalau seorang yg berakal dan pintar serta mempunyai pengetahuan, tidak akan melakukan perbuatan yang sia sia, perbuatannya akan selalu baik dan ada gunanya, maka bagaimana dengan Tuhan Pencipta orang berakal, Yang Maha Mengetahui dan Maha Pintar serta Maha Bijaksana, tentu semua perbuatanNya akan baik dan tidak ada yg sia sia, yg di baliknya akan tersimpan hikmah dan kebaikan.

Mungkin ada yg bertanya, bila semua yg ada di dunia ini atas pengetahuan, kehendak dan kebijaksanaanNya, mengapa banyak terjadi ketidakbaikan, banyak orang orang yg memusuhi kebaikan, bahkan banyak orang orang tidak baik, maka jawabannya adalah bahwa apa yang diciptakan Allah swt semuanya kebaikan, kalaupun ada ketidakbaikan, maka tidak ada ketidakbaikan ansich, pasti di balik ketidakbaikan itu terkandung kebaikan.

Allah swt berfirman dalam Alqur’an surat Al an’am ayat 112 ( Dan demikianlah, telah Kami jadikan bagi setiap rasul ada musuh dari syetan syetan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan perkataan indah sebagai tipuan kepada sebagian yg lain. Kalau Allah mau, tentu mereka tidak akan melakukan itu, maka biarkan mereka dengan kebohongan mereka).

Dalam surat Muhammad ayat 4, Allah swt berfirman ( Hal itu, kalau Allah berkehendak, tentu bisa menang dari mereka, tetapi Dia ingin menguji sebagian kalian dengan sebagian yg lain).

Dalam ayat lain, Allah swt berfirman ( Demikianlah, telah Kami jadikan bagi setiap nabi seorang musuh dari mereka yg durjana) QS. Al Furqon 31.

Allah swt berfirman ( Kalaulah tidak karena penolakan Allah sebagian mereka dengan sebagian yg lain, tentu telah dirobohkan biara biara, gereja gereja, rumah rumah ibadah yahudi, solat solat dan masjid masjid yg di dalamnya banyak disebutkan nama Allah, dan Allah pasti menolong siapa yg menolongNya, sesungguhnya Allah Maha Kuat Dan Perkasa) QS. Al Hajj 40.

Dalam surat Al An’am ayat 123, disebutkan ( Dan begitulah, Kami jadikan pada setiap negri pentolan pentolan penjahatnya agar mereka melakukan makar di dalamnya, mereka tidaklah melakukan makar kecuali pada diri mereka, sedang mereka tidak merasa).

Allah swt juga berfirman ( Katakanlah, aku berada di atas keterangan yg nyata dari Tuhanku, sedang kalian mendustakannya, tidak ada padaku (kewenangan menurunkan) apa yg kalian tuntut segera dariku, kewengan hukum itu hanya milik Allah, Dia menerangan kebenaran dan Dia sebaik baik Pemberi keputusan. Katakanlah, kalau ada padaku kewenangan atas apa yg kalian tuntut segera, tentu selesailah masalah antara aku dan kalian, dan Allah lebih mengetahui orang orang yg dzolim) QS. Al An’am 57-58.

Perseteruan abadi antara kebenaran dan kebatilan, antara kebaikan dan kejahatan, antara yang ma’ruf dan yang mungkar, antara keimanan dan kekufuran sudah menjadi suatu sunnah dan ketetapan Allah swt sampai hari akhir, dan sudah menjadi keharusan bagi mereka yg berpihak pada kebenaran, kebaikan, yg ma’ruf dan keimanan berlaku sunnah mudafa’ah, ketentuan dan keharusan bertahan dan melakukan pembelaan serta perlawanan.

Mereka yg berpihak pada kebenaran, kebaikan, yg ma’ruf dan keimanan, meyakini bahwa apa yang terjadi di dunia ini seakan akan orang orang yg berpihak kepada kebatilan, kejahatan, kemungkaran dan kekufuran menang dan uggul atas mereka, semuanya atas sepengetahuan dan kehendak serta berada dalam ketentuan Allah, bukan atas kehendak dan ketentuan mereka sendiri.

Bila mereka yg berpihak pada kebenaran meyakini bahwa kemenangan dan keunggulan lawan lawan mereka atas kehendak dan kendali Allah, sementara mereka meyakini bahwa Dia menjanjikan kemenangan dan keunggulan buat mereka pada akhirnya, maka mereka akan bertahan dan melakukan pembelaan serta perlawanan dengan penuh kegigihan dan kesungguhan serta semangat yg tinggi, dengan rasa optimisme dan ma’nawiyyah yg tinggi.

Keharusan adanya perseteruan antara kebenaran dan kebatilan, dan keharusan mudafa’ah, bertahan dan melakukan pembelaan dan perlawanan suatu sunnah dan ketentuan Allah yg permanen berlaku terus menerus, dan ini merupakan kebijakanNya, kalau Dia mau tentu agamaNya akan bisa tersebar dan berkibar di atas bumi tanpa perjuangan dan susah payah, tetapi Allah tidak menginginkan itu, Dia justru menginginkan sebaliknya, semuanya terjadi atas perjuangan dan mujahadah para kekasih dan wali waliNya.

Salah satu hikmah beriman dan mengetahui nama dan sifat sifat Allah, pengaruh dan konsekwensinya adalah seseorang akan mengetahui dan menerima semua ketentuan dan sunnahNya, untuk kemudian berjalan di atas cahaya dan petunjukNya, sejalan dan tidak berbenturan, juga pandangan dan sikapnya terhadap peristiwa dan kejadian yg terjadi selalu berpijak dari pemahamannya yg benar pada nama dan sifat Allah swt serta dari sunnah dan ketentuanNya. Sebaliknya ketidak tahuan terhadap Allah dan nama nama serta sifat sifatNya juga ketentuan dan sunnahNya yg tetap, akan menjadi sebab kesalahan dan kekacauan dalam mensikapi keadaan dan peristiwa peristiwa yg terjadi, sebagaimana akan menhadi sebab adanya sikap meragukan janji dan berprasangka buruk kepada Allah swt.

Di antara hikmah sunnah adanya perseteruan abadi antara kebenaran dan kebatilan serta sunnah mudafa’ah adalah, sebagai ujian untuk mengetahui siapa yg benar dan tidak benar imannya, untuk memisahkan mereka yg baik dari yg jahat, juga sebagai pemberirahuan Allah kepada para kekasih dan waliNya, orang orang beriman, agar lebih bersungguh sungguh dalam usaha menperlihatkan pebgabdian dan ubudiyah mereka kepadaNya dengan adanya perlawanan dari musuh musuhNya, juga sebagai alat peraga atau wasailul idoh dan contoh bagaimana orang orang kafir itu, kelakuan dan akhir kehidupan mereka, juga sebagai pelajaran agar orang orang beriman, karena kalau Allah selalu memenangkan mereka atas musuh musuh mereka di setiap tempat, kemudian berkuasa, mereka akan jumawa, dan masih banyak hikmah yg lain.

Demikianlah adanya ketidakbaikan, sunnah dari Allah berupa perseteruan antara kebenaran dan kebatilan, di baliknya ada kebaikan hikmah.

Daris, 22 J Ula 1439

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.