Pentingnya Istiqomah

ihsanudinOleh: Ihsanudin, S.Pd.I, Trainer/Motivator

MEPNews.id – Sukses adalah sesuatu yang ingin dicapai dari usaha. Setiap orang mendambakan kesuksesan. Namun datangnya kesuksesan tak semudah apa yang dibayangkan. Kadang jalan terjal menghalang, rintangan menghalang, yang berujung pada semangat berkurang dan berakhir dengan keputus-asaan. Sukses laksana benda yang nyata terlihat, namun tak mudah untuk meraihnya.

Berbagai usaha mungkin telah dilakukan. Mulai kerja keras, kerja cerdas sampai kerja ikhlas. Semua potensi yang dimiliki telah dikerahkan. Ketika hasil tak kunjung datang, muncul satu pertanyaan; apanya yang kurang?

Ada ungkapan, “Kesuksesan itu pasti datangnya, kecuali kalau orang tersebut menghentikannya.” Kapan itu terjadi? Yakni ketika ia berhenti mengupayakannya, atau berhenti mengejarnya. Maka tidak ada kegagalan selama masih ada usaha. Karena usaha adalah proses. Ketika masih ada usaha, sekecil apapun, maka itu proses menuju ke kesuksesan.

Istiqomah adalah sesuatu yang diperlukan. Upaya terus-menerus tak pernah berhenti sampai tuntas. Datangnya kesuksesan laksana misteri untuk sampai di genggaman. Orang tidak dapat memperkirakan pasti kapan sukses itu datang. Karena ranah manusia hanyalah sebatas berusaha. Sementara hasil adalah hak prerogatif Tuhan. Maka seyogyanya seseorang hanya fokus pada optimalisasi daya dan upaya, serta menjaga kontinyuitas berusaha serta menghindarkan diri dari putus asa. Tidak semua usaha langsung menghasilkan. Ada proses untuk sampai kepada hasil.

Ada seorang sastrawan, yang ketika memulai berkarya harus menghadapi penolakan berkali-kali. Setiap kali mengirimkan karya tulisannya, tak pernah dimuat. Baru pada upaya ke-132, karyanya dimuat di media. Itu yang akhirnya menjadi titik awal dia menjadi penulis besar. Pada perkembangan selanjutnya, bukan sang sastrawan yang bingung mencari media untuk memuat tulisan dan gagasannya, justru media yang berebut mendapatkan tulisannya.

Kejadian serupa dialami oleh Sylvester Stallone. Sebelum jadi bintang film terkenal, Stallone harus melewati ribuan kali penolakan. Hingga akhirnya ia mendapat kepercayaan membintangi film yang termasuk salah satu box office. Thomas Alfa Edison harus melewati 9.956 kali gagal penelitian sebelum menemukan sesuatu yang spektakuler yakni lampu bohlam. Penemuan itu bermanfaat sehingga menjadi kebutuhan utama manusia seluruh dunia.

Wartawan bertanya, “Apa yang menyebabkan Anda tidak berhenti setelah mengalami kegagalan ribuan kali?”

Secara mengejutkan, Edison menjawab, “Siapa bilang saya gagal ribuan kali? Justru, dengan belum berhasil, saya menjadi tahu setidaknya ada 9.956 cara yang tidak bisa menghasilkan lampu bohlam!”

Ini ungkapan yang menggambarkan bahwa ketidakberhasilan bukanlah kegagalan. Ada hikmah lain yang bisa jadi itu kesuksesan di sisi lain. Kegagalan dari satu upaya, akan meningkatkan kualitas upaya selanjutnya. Begitu seterusnya. Semakin banyak upaya dilakukan, makin tinggi pula kualitas yang dihasilkan.

Kisah berikut ini juga bisa memberikan gambaran. Seorang pemuda berusaha memecahkan batu dengan palunya. Ketika sampai pukulan ke-100, dia putus asa dan menyerah. Lalu datanglah kakek tua, mengambil palu lalu memukul batu itu. Hanya dengan lima pukulan, batu itu hancur. Sang pemuda heran dan memuji betapa hebatnya sang kakek.

Tapi, kakek tua itu berkata, “Wahai anak muda, bukan saya yang hebat bisa memecahkan batu itu. Tapi, batu itu butuh 105 kali pukulan untuk hancur. Kamu sudah melakukannya 100 kali. Jadi saya hanya menambahkannya lima kali. Seandainya kamu bersabar dan tidak putus asa serta terus melakukan usaha lima pukulan lagi, maka kamu akan memecahkan batu itu. Putus asamu telah menghentikan keberhasilanmu.”

Sering terdengar ungkapan; “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.” Selama usaha terus dilakukan, tidak ada kata gagal. Kegagalan baru benar-benar ada manakala kita sudah berhenti berusaha. Jadi, tatkala berputus asa dan berhenti, maka itulah kegagagan.

Hambatan yang menghalang, rintangan yang menghadang, memang terasa berat. Hal ini bisa mengendurkan semangat dan mendatangkan keputus-asaan. Itulah kenapa sangat dibutuhkan keuletan dan kesabaran untuk terus menjaga semangat. Kekuatan untuk tetap berusaha lah yang terpenting, meskipun sedikit demi sedikit. Batu cadas yang keras dapat tergerus bahkan berlobang karena tetes air yang terus-menerus menerpanya. Bukan dikarenakan guyuran air yang banyak namun hanya sekali. Artinya, usaha kecil yang dilakukan terus-menerus akan lebih efektif dibandingkan usaha besar tetapi hanya dilakukan sekali.

Seseorang  tidak tahu kapan sukses itu akan sampai kepadanya. Yang perlu digaris-bawahi adalah bagaimana agar kesuksesan makin dekat kepadanya karena usaha yang dilakukan tidak berhenti. Ibarat pepatah; “Terlanjur basah, mandi saja sekalian.” Maka, ketika sudah melangkah, ambil semua resiko dan jangan berhenti sehingga menjadi sia-sia upaya yang telah dilakukan. Yakini pula bahwa semakin besar usaha yang dilakukan, sementara belum berhasil, itu artinya sukses yang didapat kelak akan sangat berkualitas. Makin besar upaya, makin besar pula hasilnya.

Sejarah telah mengajarkan, orang-orang hebat yang pernah ada adalah yang telah melakukan usaha besar. Belum pernah ada dan tidak akan ada orang hebat yang hadir karena tiba-tiba dan instan. Pelaut ulung tidak akan lahir dari gelombang laut yang tenang. Maka, usaha yang dilakukan secara serius dan terus-menerus dan tidak pernah berhenti, akan menghantarkan kita kepada kesuksesan hakiki. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.