Jangan Minum Teh yang Terlalu Panas

MEPNews.id – Minum teh itu menyehatkan karena kandungannya baik untuk tubuh. Tapi, nikmati teh saat suhunya normal-normal saja. Jangan minum saat masih panas, apa lagi jika tercampur minuman keras. Risiko kena kanker esofagus (kerongkongan) jadi tinggi hingga lima kali lipat.

Kanker esofagus, yang dimulai di kerongkongan, sudah diketahui terkait dengan minum alkohol dan merokok. Namun, para ilmuwan di Inggris menemukan risiko tersebut bisa meningkat dengan penambahan minum teh terlalu panas setiap hari.

Di Inggris, tingkat kelangsungan hidup penderita kanker esofagus cukup buruk. Hanya sekitar 15% pasien masih bertahan hidup lima tahun setelah diagnosis. Padahal, ada sekitar 9.200 kasus baru yang didiagnosis setiap tahun dan ada 7.800 kematian.

Dikabarkan The Guardian edisi 5 Feb 2018 mengutip Press Association, peringatan soal teh itu muncul dari Cina. Para peneliti di sana mengikuti perkembangan 456.155 responden berusia 30 sampai 79 tahun selama sekitar sembilan tahun.

Tim yang dipimpin Dr Canqing Yu dari National Natural Science Foundation of China menemukan, minum teh bersuhu tinggi dikombinasikan dengan konsumsi alkohol atau merokok terkait dengan risiko lebih tinggi kena kanker esofagus daripada minum teh hangat saja.

“Dibandingkan dengan responden yang minum teh hangat dan mengkonsumsi kurang dari 15 gram alkohol setiap hari, mereka yang minum teh terlalu panas dan 15 gram atau lebih alkohol setiap hari ternyata memiliki risiko terbesar kena kanker esofagus,” catat Dr Yu dalam jurnal Annals of Internal Medicine. “Dikombinasikan dengan konsumsi alkohol berlebih, teh yang panas menyengat meningkatkan risiko relatif lima kali lipat.”

Penelitian sebelumnya mengisyaratkan, ‘luka termal’ yang disebabkan minum cairan panas dapat meningkatkan bahaya dari faktor risiko lainnya. Mereka menyimpulkan, “Menghindari teh terlalu panas mungkin bermanfaat untuk mencegah kanker esofagus pada orang yang minum alkohol berlebihan atau merokok.”

Yang penting, jangan takut minum teh, asal panasnya jangan sampai membakar lidah atau kerongkongan. Nikmati teh di kala suhunya masih hangat.

Prof Andrew Sharrocks, dari University of Manchester di Inggris, mengatakan, “Penelitian ini mungkin relevan dengan populasi di Cina yang suka minum teh panas-panas, tapi kurang relevan di Barat dalam hal faktor penyebab. Mungkin di Cina ada individu yang sangat minum teh panas ditambah konsumsi alkohol dan rokok berlebihan sehingga lebih berisiko terkena kanker ini.”

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.