Elegi Sang Pejuang Kehidupan

 

FB_IMG_1517634551258

Catatan : Dayang Suriani

MEPNews.id —- Innalillahi wainnailaihi rooji’uun.. Telah berpulang ke rahmatullah pak Budi, guru mapel seni rupa,.guru mulia yang berjuang untuk mengubah akhlak peserta didik, menggiring para peserta didik ke jalan yang benar dan penuh barokah. Seorang guru yang rela berkorban jiwa dan raga demi sebuah panji kehidupan yang tertanam dalam diri guru dan peserta didik, yakni amar ma’ruf nahi mungkar.

Pengorbanan yang menyisakan tangis dan rindu yang tak berkesudahan terutama bagi keluarga almarhum dan institusi pendidikan secara umum terutama sang pejuang kehidupan yang bergelar guru.
Semua guru berkewajiban mendidik peserta didiknya dengan ilmu dan akhlak yang mulia. Berbagi dengan sepenuh hati tanpa pamrih. Berjuang atas nama cinta dan kasih sayang.

Perasaan cinta, kasih dan sayang yang teraplikasikan melalui interaksi positif dalam pembelajaran yang menyenangkan. Dengan mengerahkan semua tenaga dan kapasitas yang dimiliki, sang guru berupaya memperlakukan semua siswa dengan cinta tiada batas dan dengan kasih sayang yang tak berujung. Semua dilakukan hanya untuk memastikan bahwa peserta didik akan berhasil menggapai impian masa depannya jika ada cinta dan kasih sayang di dalamnya.
Itulah guru, sosok yang selalu berupaya membuat siswanya bahagia dan aman ketika belajar, walaupun dirinya sendiri terkadang tidak merasa aman ketika mengajar. Ada saja perilaku siswa yang terkadang membuat sakit hati para guru. Baik itu, menghina cara guru menjelaskan materi, mengolok cara guru berpakaian, dan meremehkan ilmu yang dimiliki oleh para guru dengan alasan siswa jauh lebih berpengalaman dibanding guru mereka.

Itulah guru, walaupun diperlakukan dengan tidak oleh peserta didik, selalu ada pintu maaf buat mereka. Betapa mulianya hati seorang guru.
Saat ini dunia pendidikan diliputi kesedihan. Seorang siswa telah menghentikan perjuangan mulia, teman seprofesi kami dengan cara yang tidak beradab. Di manakah letak pendidikan moral dan pembinaan karakter yang sesungguhnya?

Guru berhak hidup dengan aman dan nyaman. Guru berhak mendapat keadilan atas profesi yang digelutinya. Guru berhak mendapat kebebasan untuk mendidik generasi penerus dengan caranya masing-masing. Tapi yakinlah, bahwa guru selalu memperlakukan peserta didiknya dengan cara yang mulia.
Saat ini, guru berduka, institusi pendidikan berduka, keluarga guru berduka. Tangis dan air mata hanya bisa mewakili perasaan hati sang Oemar Bakri.

Namun, keinginan guru yang sesungguhnya adalah pemerintah mau memperhatikan nasib guru kedepannya melalui undang-undang perlindungan guru. In syaa Allah!
I’diluu huwa aqrobu littaqwa. ***

 

Facebook Comments

POST A COMMENT.