Tragedi Pak Guru Budi, Mendikbud Ditunggu di Sampang

MEPNews.id —- Tragedi kematian Ahmad Budi Cahyanto Guru SMAN Torjun, Sampang, bukan peristiwa lokal atau regional, tapi ini peristiwa nasional. Maka Mendikbud harus ambil langkah strategis.

Penegasan itu disampaikan Yusron Aminulloh, Presidium Forum Pendidikan Jawa Timur, Jumat (2/2).

“Jangan lihat ini peristiwa biasa. Ini pertanda zaman yang harus ditangkap dunia pendidikan nasional. Ada sesuatu yang salah —-kalau tidak boleh disebut gagal—-, dalam sistem pendidikan nasional.”

Bahkan, tegas Yusron, kita tidak seharusnya hanya menyalahkan sistem, tapi ada yang lebih substansial, dimana pendidikan (baca: persekolahan) sedang mengalami krisis besar.

“Upaya formalistik dan artifisial yang berjalan selama ini harus dikritisi total untuk menemukan keterkaitan pendidikan didalam kelurga, masyarakat dan sekolah. Ini ada “missing link”, keterputusan berkepanjangan, ” tambah Yusron yang juga Pimpinan MEP Institute.

Maka, Yusron mengundang Mendikbud segera turun ke Sampang. Tidak saja memberi kekuatan keluarga korban, tapi juga ke sekolah untuk menegaskan bahwa tindakan seperti ini harus dihentikan.

“Kehadiran Mendikbud adalah simbol nyata akan kepedulian dan sikap tegas melawan tindakan kekerasan di dunia pendidikan, sekaligus mengundang semua pihak antar departemen dan unsur masyarakat untuk peduli masalah pendidikan.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr. Saiful Rahman menegaskan, bahwa
Dinas Pendidikan Jatim setelah menerima masukan baik dari para guru, mitra kerja, lembaga terkait termasuk pemerhati pendidikan, sedang menpertimbangkan untuk menjadikan Almarhum Ahmad Budi Cahyanto Guru SMAN Torjun, Sampang, diangkat sebagai Pahlawan Pendidikan di Jatim.

“Usulan ini akan saya sampaikan ke Gubernur Jatim Pakde Karwo. Bila tidak ada halangan saat Hardiknas nanti penghargaan ini diberikan oleh Pakde Karwo,”

Namun demikian Saiful juga mengundang usulan lain dari masyarakat. (Aang)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.