Kekerasan terhadap Guru; Fenomena Gunung Es

Oleh: Teguh Wahyu Utomo

Teguh Wahyu Utomo

Oleh: Teguh Wahyu Utomo

MEPNews.id – Kasus yang terjadi di Sampang, Madura, 1 Februari 2018 hanyalah pucuk dari kasus-kasus lain yang lebih banyak lagi. Ahmad Budi Cahyono, guru kesenian di SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, menghadapi kekerasan yang mengakhiri hidupnya. Sementara, banyak guru lain yang menghadapi kekerasan namun tidak terungkap di depan publik.

Jenis kekerasan terhadap guru di sekolah dan sekitarnya bisa bermacam-macam dan bisa terjadi kapan saja.

  • Kekerasan verbal. Guru menjadi sasaran komentar atau ucapan kasar bahkan umpatan dan ancaman oleh pihak-pihak terkait sekolah. Kekerasan kata-kata ini bisa terjadi di depan guru itu sendiri. Ada sejumlah video viral yang menunjukkan bagaimana murid mengolok-olok guru. Yang lebih sering, terjadi di belakang guru. Coba hitung berapa jam sehari guru digunjing.
  • Kekerasan fisik. Ini terjadi saat tubuh guru mendapat serangan dari pihak-pihak terkait sekolah. Selain kasus di Sampang yang melibatkan murid, ada sejumlah guru yang dipukuli orang tua murid karena tidak terima anaknya didisiplinkan. Ada sekolah yang mengupayakan penyelesaian damai, namun ada juga yang mengungkapkannya di media sehingga jadi urusan kriminal.
  • Pencurian atau pengrusakan barang milik guru yang pelakunya terkait sekolah. Salah satu contoh, ada sekolah negeri di pinggiran Jember dekat perkebunan. Ada guru yang mengaku harus menjaga kondisi dengan murid-murid bermasalah. Jika tidak, pentil ban sepeda motornya bakal dicuri. Ah, hanya pentil? Yang jadi masalah, tukang tambal ban yang punya stok pentil hanya ada sekitar 3 kilometer dari sekolah. Sepeda motor harus dituntun di jalan sepi.

Bagaimana mencegah kekerasan terhadap guru?

Mengingat banyak kekerasan dan potensi kekerasan terhadap guru, pertanyaan itu memang harus dijawab semua stake holder pendidikan. Selain hukum pidana dan aturan lain, semua pihak harus mengambil langkah-langkah holistik dan kolaboratif. Langkah-langkah preventif harus dikembangkan sebelum terjadi tindakan.

Sekadar tips untuk guru terkait murid;

  • Selalu amati dan catat jika ada perubahan emosi dan/atau perilaku murid-murid tertentu, untuk mengantisipasi segala kemungkinan di depan.
  • Selalu pertimbangan faktor-faktor sosial, kultural, linguistik, hingga personal, saat menilai sikap dan perilaku murid tertentu.
  • Ingat, Anda tidak sendirian! Jika melihat perkembangan masalah atau saat menghadapi masalah, silakan bicara dengan kolega yang dipercaya atau mencari bantuan dari pihak luar.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.