Mau Turunkan Berat Badan? Berdirilah!

MEPNews.id – Duduk berkepanjangan terkait dengan sejumlah epidemi obesitas, penyakit kardiovaskular, dan diabetes. Rata-rata orang Eropa, misalnya, duduk sekitar 7,5 jam sehari. Bahkan orang-orang yang aktif secara fisik pun menghabiskan sebagian besar waktunya di kursi.

EurekAlert! 31 Januari 2018 mengabarkan, studi baru yang diterbitkan di European Journal of Preventive Cardiology menemukan, beraktivitas dengan berdiri enam jam sehari dapat mencegah penambahan berat badan dan bahkan membantu untuk menurunkankannya.

Para peneliti di Amerika Serikat memeriksa apakah berdiri bisa membakar lebih banyak kalori daripada duduk. Mereka menganalisis hasil 46 penelitian terhadap 1.184 peserta yang rata-rata berusia 33 tahun, 60% laki-laki, dan rata-rata indeks massa tubuh dan berat masing-masing 24 kg/m2 dan 65 kg.

Para peneliti menemukan, berdiri bisa membakar 0,15 kkal per menit lebih banyak daripada duduk. Dengan mengganti posisi duduk menjadi berdiri selama enam jam sehari, orang dengan berat 65 kg akan mengeluarkan tambahan 54 kkal per hari. Dengan asumsi tidak ada kenaikan asupan makanan, itu setara dengan penurunan 2,5 kg dalam satu tahun dan 10 kg dalam empat tahun.

Profesor Francisco Lopez-Jimenez, Kepala Kardiologi Pencegahan di Mayo Clinic di Rochester, penulis senior penelitian ini, mengatakan, “Berdiri tidak hanya membakar lebih banyak kalori. Aktivitas otot tambahan ini terkait dengan menurunnya tingkat serangan jantung, stroke, dan diabetes. Jadi, manfaat berdiri bisa melampaui metode kontrol berat badan biasa.”

Kesenjangan dalam pengeluaran energi antara berdiri dan duduk bisa lebih besar daripada yang ditemukan penelitian itu. Dalam penelitian, peserta hanya diminta berdiri tegak. Padahal, dalam kenyataan, orang tentu membuat gerakan sambil berdiri. Gerakan ini tentu membakar lebih kalori.

“Ketika orang berdiri, mereka cenderung melakukan gerakan spontan. Misalnya; bergeser badan, bergoyang dari satu kaki ke kaki lainnya, sedikit maju atau mundur. Orang bahkan mungkin cenderung berjalan ke lemari arsip atau tempat sampah. Pendeknya, selalu ada gerakan,” kata Profesor Lopez-Jimenez.

Para peneliti menyimpulkan, mengganti posisi biasa duduk menjadi biasa berdiri bisa menjadi perubahan perilaku untuk membantu mengurangi risiko kenaikan berat badan jangka panjang. Namun, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk melihat apakah strategi semacam itu efektif dan praktis. Juga diperlukan data mengenai implikasi kesehatan jangka panjang dari berdiri untuk waktu lama.

Profesor Lopez-Jimenez mengatakan: “Hindari duduk berjam-jam dalam sat waktu. Berdiri adalah langkah awal yang sangat baik untuk menghindari pola pikir duduk tanpa henti tanpa bergerak. Siapa tahu, itu mungkin bisa mendorong beberapa orang untuk melakukan lebih banyak aktivitas fisik ringan yang lebih bermanfaat.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.