Ini Lho Sel Sumber Kegelisahan di Otak

MEPNews.id – Setiap orang pasti pernah mengalami anxiety. Ini adalah perasaan cemas atau gelisah atau bahkan panik saat menghadapi kondisi tertentu. Perasaan ini sering membuat orang ragu atau bahkan takut melakukan sesuatu. Manfaatnya, orang jadi waspada. Kerugiannya, sebagian besar yang dicemaskan atau digelisahkan itu tak terbukti.

Nah, para ilmuwan menyelidiki dasar neurologis kecemasan di otak dan telah mengidentifikasi ‘sel anxiety‘ yang terletak di hippocampus. Seperti dilaporkan Peter Dockrill di ScienceAlert edisi 1 Februari 2018, sel-sel itu tidak hanya mengatur perilaku cemas namun dapat dikendalikan oleh cahaya.

Temuan para ilmuwan Amerika Serikat yang dilaporkan di jurnal Neuron itu memang masih di level tikus percobaan di laboratorium. Namun, itu membuka harapan bagi jutaan orang yang mengalami gangguan kecemasan. Bisa ada pengobatan atau perawatan baru untuk mengendalikan neuron pengatur anxiety.

“Kami ingin memahami di mana informasi emosional yang masuk ke dalam perasaan cemas itu dikodekan di dalam otak,” kata Mazen Kheirbek, ahli saraf dari University of California di San Francisco, salah satu peneliti.

Untuk mengetahui, tim menggunakan teknik calcium imaging dengan memasukkan mikroskop mini ke dalam otak tikus percobaan untuk mencatat aktivitas sel di hippocampus saat hewan tersebut berjalan mengelilingi kandang.

Tentu, itu bukan kandang biasa. Tim peneliti membangun labirin khusus di mana ada beberapa jalur menuju ruang terbuka dan platform tinggi. Ruang terbuka ini diketahui menyebabkan kecemasan pada tikus, karena rentan diserang pemangsa.

Jauh dari bagian dinding aman, ada sesuatu yang tampak meledak-ledak di dalam kepala tikus. Para periset mengamati sel-sel sangat aktif di bagian hippocampus yang disebut ventral CA1 (vCA1). Semakin cemas tikus berperilaku, semakin besar aktivitas neuron di sel-sel itu.

“Kami menyebut itu sel-sel anxiety karena hanya menyala saat tikus berada di tempat menakutkan,” jelas peneliti senior Rene Hen dari Columbia University. “Hasil dari sel-sel ini bisa dilacak ke hipotalamus, wilayah otak yang –antara lain–mengatur hormon pengendali emosi.”

Karena proses regulasi yang sama pada manusia, bukan hanya pada tikus laboratorium yang terpapar labirin perangsang rasa cemas, maka para periset berhipotesis bahwa neuron anxiety tikus itu bisa menjadi bagian dari biologi manusia juga.

“Sekarang kami menemukan sel-sel ini di hippocampus. Maka, terbuka area untuk mengeksplorasi gagasan tentang pengobatan atau perawatan yang belum kita ketahui,” kata peneliti Jessica Jimenez dari Colombia University. “Yang menarik, kami menemukan cara mengendalikan sel-sel pada tikus. Kendali ini bisa mengubah perilakunya.”

Dengan menggunakan teknik optogenetik berupa menyorotkan seberkas cahaya ke wilayah vCA1, para periset dapat meredam sel anxiety sehingga bisa memastikan aktivitas bebas-cemas pada tikus. “Dengan cahaya, mereka menjadi lebih tenang dan bahkan cenderung ingin mengeksplorasi labirin terbuka lebih jauh,” kata Kheirbek.

Kontrol ini tidak hanya bekerja dengan satu cara. Dengan mengubah pengaturan cahaya, para periset dapat meningkatkan aktivitas sel-sel anxiety, membuat tikus jadi bergetar bahkan ketika berada di lingkungan yang aman. Jadi, vCA1 bukan satu-satunya wilayah otak yang terlibat di sini.

“Sel-sel ini mungkin hanya satu bagian dari rangkaian luas tempat hewan belajar tentang informasi terkait kecemasan,” kata Kheirbek. “Kemungkinan ada sel saraf lainnya. Kami perlu penelitian lebih lanjut soal itu.”

Langkah selanjutnya adalah mengetahui apakah kontrol yang sama juga bisa mengatur kegelisahan manusia. Jika terbukti demikian, hasil penelitian ini bisa membuka riset baru yang menjadi cara untuk mengatasi berbagai kondisi kecemasan.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.