Catatan Oase: Busung Informasi

MEPNews.id —- Dalam KKBI kata busung bisa dimaknai sebagai : 1. gembung atau menjadi besar berisi cairan (tentang perut); 2. gembung karena penuh berisi (tentang susu, dada, saku, dan sebagainya): ibu yang baru melahirkan itu buah dadanya gembung. 3. atau gundukan pasir di muara sungai.

Kata busung menunjukkan sesuatu yang tidak sama dengan realitas yang sebenarnya. Sebagai contoh pada kasus busung lapar. Tampak sekali perut seseorang menggembung, tapi sejatinya orang tersebut tidak dalam keadaan kenyang, perutnya banyak berisi cairan, kurang asupan protein kronis.

Busung lapar atau honger oedema disebabkan cara bersama atau salah satu dari simtoma marasmus dan kwashiorkor yang diakibatkan karena kekurangan protein kronis pada anak-anak yang sering disebabkan beberapa hal, antara lain anak tidak cukup mendapat makanan bergizi, anak tidak mendapat asuhan gizi yang memadai dan anak mungkin menderita infeksi penyakit.

Kata busung nampaknya tepat sekali untuk menggambarkan realitas masyarakat zaman now. Masyarakat yang tak terpisahkan dengan tehnologi, masyarakat yang syarat mengkonsumsi informasi. AC Nielsen dalam penelitiannya tahun 2010 sudah mengingatkan bahwa di zaman now, anaka anak yang disebut dengan generasi millenial, diindikasikan ketika mereka berumur 20 tahun, mereka digambarkan sosok yang memgirimkan email sebanyak 20.000 dalam waktu 1 tahun, nonton tv 10.000 jam, membaca hanya 5000 jam. Dapat dibayangkan betapa lemah kemampuan mereka memfilter informasi, karena mereka lebih banyak melihat TV dibanding membaca sebagai referensi apa kelayakan apa yang mereka lihat. Lalu seberapa besar dengan kita dalam membaca dan mengirim email?

Kita yang lahir sebelum tahun 1990 adalah manusia transformasi peradaban, lahir zaman old dan hidup di zaman now, betapa beratnya kita. Sebagian kita menjadi mahluk yang teranielasi. Sehingga akan sanga sulit menyesuaikan, kecuali kita berupaya menjadi manusia pembelajar.

Sayangnya sebagian besar generasi zaman old yang teralienasi saat ini, berlagak seolah paling tahu dan paling paham atas sebuah persoalan. Apa yang terjadi kemudian? Benturan antar generasi millenial zaman now dan generasi zaman old tak terelakkan. Itulah yang disinyalir oleh Huntington sebagi ” Clash of Civilatation “, benturan peradaban.

Dalam hal informasi, generasi zaman old dan sebagian zaman sekarang nir membaca, kedodoran dalam mengelola informasi. Sehingga mendorong mereka bersifat pragmatis dalam informasi. Kecenderungannya sedikit sekali membaca buku dan banyak menyerap informasi dari media sosial yang tak dijamin kevalidannya.

Masyarakat kita menjadi busung informasi, lagaknya parlente dengan tehnologi terkini, tapi sayangnya media sosial yang dikuasai adalah media sosial yang sudah ditinggal oleh zaman now, sebagian mereka tak punya alamat email, kalau toh ada tak pernah membukanya, apalagi mengirimkan surat melalui email. Kenyang terhadap informasi tapu tak mampu menyerap mana yang baik dan tidak, apalagi mana yang benar dan layak…. Sehingga menjadi agen penyebar hoax.

” Akan datang pada manusia masa yang penuh tipu daya. Para pendusta dianggap jujur, sebaliknya orang jujur dicap pendusta. Orang yang khianat dianggap amanah, dan orang yang amanah dicap penghianat. Dan para Ruwaibidhah mulai angkat bicara.” Ada yang bertanya:”Apa itu Ruwaibidhah?” Beliau menjawab,”Orang dungu yang sok berbicara tentang umat.”

Lalu apa yang bisa kita lakukan?

” Sesungguhnya, sebenar-benar pembicaraan adalah Kitabullah. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk An-Nabi….”

Maka kata Allah dalam Q,.S Yunus : Maka tak ada selain Al Haq, kecuali kesesatan..

Kawan…. Menjadi pembelajar dan sabar dalam mengelola informasi adalah sebuah keniscayaan, agar kita selamat dari menyebarkan fitnah dan tak busung informasi

Assalammualaikum wr wb….. Selamat pagi… Selamat beraktifitas, semoga Allah selalu memberkahi…… Aamien

Surabaya, 30 Januari 2018
M. Isa Ansori

Pengajar di STT Malang, Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Jatim dan Anggota Dewan Pendidikan Jatim

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.