Kolesterol Percepat Tumor 100 Kali Lipat

MEPNews.id – Diet tinggi kolesterol dapat meningkatkan kecepatan pertumbuhan tumor penyebab kanker hingga 100 kali lipat. Tapi, jangan keburu cemas. Temuan ini juga membuka jalan ke perawatan yang lebih baik untuk menghentikan terjadinya kanker.

David Nield, di Science Alert edisi 27 Januari 2018, mengabarkan penelitian oleh tim dari University of California Los Angeles (UCLA) Amerika Serikat itu dipublikasikan di jurnal Cell Stem Cell. Awalnya untuk mempelajari korelasi antara diet tinggi kolesterol dengan peningkatan risiko kanker usus besar.

Para peneliti berhasil mengidentifikasi hubungan itu, namun belum mengerti tentang penyebabnya. Peneliti mengungkapkan, sel induk bisa menjadi kuncinya. Sel-sel ini bisa berubah menjadi hampir semua jenis sel di dalam tubuh. Kolesterol ekstra bisa meningkatkan laju perkembang-biakan sel induk ini. Laju yang berlebihan ini kemudian menjadi tumor.

“Kami senang bisa menemukan bahwa kolesterol mempengaruhi pertumbuhan sel induk di usus, yang pada gilirannya mempercepat laju pembentukan tumor lebih dari 100 kali lipat,” kata Peter Tontonoz, salah satu peneliti. “Namun, saat hubungan antara diet kolesterol dan kanker usus besar sudah diketahui, belum ada yang bisa menjelaskan bagaimana mekanisme terjadinya.”

Dalam tes pada tikus, para peneliti mengamati peningkatan pertumbuhan tumor setelah mereka memasukkan banyak kolesterol ke dalam makanan. Tingkat pertumbuhan juga meningkat pada kelompok tikus lain saat gen tertentu diubah sehingga hewan percobaan itu menghasilkan sendiri tambahan kolesterol. Gen yang berubah ini membentuk enzim Lpcat3 yang mengatur fosfolipid; jenis utama lemak di dalam selaput sel.

Begitu tingkat kolesterol dalam tikus percobaan meningkat, kemampuan perkembang-biakan sel induk juga meningkat. Ini menyebabkan usus dan jaringan saluran usus tikus juga berkembang. Akibatnya, tingkat pembentukan tumor pada usus besar juga meningkat.

Menurut peneliti, tantangannya sekarang melihat apakah efek kolesterol yang sama dapat diketahui untuk jenis kanker lainnya. Tantangan lainnya, menemukan metode menghentikannya. Jika hasil yang sama terjadi pada manusia, maka bakal ada cara baru melawan kanker kolon dan lainnya. Penelitian ini juga membantu menentukan apakah statin –obat-obatan penurun tingkat kolesterol ‘buruk’ LDL dalam darah– juga dapat mengurangi risiko kanker.

Kolesterol ditemukan di membran luar semua sel manusia dan diproduksi oleh hati sebagai blok bangunan penting bagi zat lain dalam tubuh. Namun, terlalu banyak lemak dalam aliran darah (terutama tipe LDL) dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk serangan jantung dan stroke.

Makanan kaya lemak jenuh, lemak trans, dan karbohidrat tertentu, bisa meningkatkan kadar kolesterol yang tidak diinginkan dalam tubuh. Ini sebabnya sejumlah ahli memperingatkan agar kita tidak terlalu banyak makan daging merah dan olahan susu. (*)

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.