Catatan Oase: Fiksasi

MEPNews.id — Dalam ilmu psikologi, fiksasi adalah berhentinya perkembangan suatu bagian dari pribadi seseorang, fiksasi adalah bagian dari mekanisme pertahanan diri seseorang ketika ada sesuatu yang mengganggu egonya. Misalnya mengalami suatu masalah seperti kecemasan, ketakutan atau masalah yang lainnya. Mekanisme pertahanan diri itu disebut ” self defense mechanism ”

” Self defense mechanism ” adalah cara individu untuk menekan perasaan tertekan, kecemasan, stres ataupun konflik yang terjadi dalam diri individu.

Fiksasi terjadi ketika kebutuhan emosional seseorang secara tidak sadar kurang terpenuhi ketika berada di tahap perkembangan anak-anak.

Menurut Freud, fiksasi merupakan keterikatan permanen dari kebutuhan dasar manusia pada tahap perkembangan sebelumnya, sehingga mempengaruhi tahap perkembangan saat dewasa. Dengan kata lain fiksasi merupakan ” ketersumbatan ” emosional yang terjadi pada masa pertumbuhan. Fiksasi akan muncul kembali pada masa dewasa bila menemukan momentumnya.

Seseorang bisa melakukan fiksasi Ketika seseorang secara tidak sadar menyimpan ketidakpuasan emosional saat berusia anak-anak, maka sumber ketidakpuasan emosional tersebut berpeluang muncul lagi di tahap perkembangan selanjutnya, yaitu masa remaja atau di masa dewasa.

Sebagai contoh seseorang dapat melakukan perbuatan kekerasan ketika pada masa kecilnya mengalami perlakuan kekerasan. Perlakuan kekerasan itu akan muncul bila variabel variabel terjadinya perbuatan itu terpenuhi.

Dengan demikian bisa dikatakan bahwa mekanisme fiksasi terjadi karena adanya unfinished business atau “urusan” yang belum terselesaikan pada tahap perkembangan awal, sehingga mempengaruhi tahap perkembangan saat ini.

Nah kawan…. Hidup itu selalu mengikuti teori sebab akibat, sehingga sebuah sebab yang kita ciptakan pada masa kanak kanak, akan dimungkinkan menjadi penyebab terjadinya perbuatan yang sama ketika menjalani masa dewasanya. Bukan tidak mungkin ketika seseorang melakukan sesuatu yang salah pada masa sekarang karena akibat ada sesuatu yang tidak terselesaikan pada masa kanak kanak nya.

Jadi berhati hatilah memperlakukan anak anak pada masa pertumbuhan, karena bisa dimungkinkan perlakuan salah kita kepada mereka akan terulang dilakukan oleh mereka ketika variabel variabel pengulangan kesalahan tersedia

” Demi masa, sesungguhnya setiap manusia akan mengalami kerugian, kecuali mereka yang beriman dan mereka yang saling berbagi kebaikan dengan cara konsisten dijalan kebenaran dan kesabaran ” ( Q. S. Al Ashr )

Assallammualaikum wr wb….. Selamat pagi selamat berakhir pekan, semoga kehadiran kita di keluarga dan di masyarakat selalu membawa keberkahan dan kemanfaatan…. Aamien

Surabaya, 27 Januari 2018
M. Isa Ansori

Pengajar di STT Malang, Sekretaris Lembaga Perlundungan Anak ( LPA Jatim ) dan Anggota Dewan Pendidikan Jatim

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.