Sebatang atau Satu Pak Rokok untuk Sehari?

MEPNews.id – Banyak penelitian ilmiah yang menyebut menghirup asap rokok itu tidak sehat, namun banyak pula alasan personal yang membuat orang enggan berhenti merokok. Tak heran jika ada orang yang sudah sadar bahaya merokok tapi masih menawar untuk berhenti total. Nah, setelah memahami hasil penelitian terbaru ini, tawar-menawar itu sepertinya tidak perlu ada lagi.

Aliyah Kovner, dalam IFLScience edisi 25 Januari 2018, mengabarkan tentang hasil penelitian baru yang dipublikasikan di British Medical Journal. Penelitian statistik yang didukung Cancer Research UK itu menyimpulkan, mengisap sebatang rokok sehari mengandung separuh risiko terkena jantung koroner atau stroke dibandingkan dengan merokok 20 batang per hari.

“Peringatan ini diambil dari tinjauan atas 60 tahun studi medis. Kami menunjukkan sebagian besar risiko jantung koroner dan stroke ternyata berasal dari merokok beberapa batang setiap hari. Ini mungkin mengejutkan banyak orang,” kata para penulis.

Banyak orang aktif mencoba mengurangi merokok, namun tidak ingin berhenti total. Maka, masih banyak perokok ringan (misalnya, 35 persen di Amerika Serikat) yang mengkonsumsi kurang dari lima batang sehari. Ada anggapan, risiko penyakit meningkat atau menurun secara proporsional seiring jumlah konsumsi rokok. Banyak merokok, berisiko tinggi. Lebih sedikit merokok, risikonya berkurang.

Namun, sebagian besar masyarakat umum belum menyadari bahaya merokok ringan. Maka, kelompok peneliti menganalisis hasil dari 141 studi prospektif terkait kesehatan perokok dari berbagai tingkat (20 -10, 10-5, 5-1 batang, ditambah kelompok kontrol yang tidak merokok) dalam jangka waktu lama. Mereka mencari perbedaan risiko relatif antara kebiasaan tahunan merokok beberapa batang sehari dengan merokok satu pak. Jika merokok 20 batang memberi kemungkinan sakit 127 persen, berapa persentase risiko merokok sebatang?

Setelah beberapa perhitungan, termasuk memperhitungkan faktor usia dan faktor lain (misalnya; tekanan darah dan riwayat diabetes), peneliti menemukan perbedaan risiko jantung koroner adalah 53 persen pada pria dan 38 persen pada wanita. Untuk stroke, risiko untuk pria 64 persen dan wanita 36 persen. Jika efek banyaknya konsumsi rokok benar-benar proporsional, perbedaan risiko ini harusnya hanya sekitar 5 persen.

“Artinya, tidak ada tingkat merokok yang aman untuk penyakit kardiovaskular. Banyak merokok atau sedikit merokok ternyata risikonya tetap besar. Maka, pilihannya bukan mengurangi tapi berhenti total,” tulis para pakar dalam laporan penelitian itu.

Meski demikian, penelitian tidak memperhitungkan kemungkinan merokok pasif.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.