Kegelisahan Orangtua Ketika Anaknya Jawab WA/SMS dengan Singkat

MEPNews.id —- Banyak orangtua mengeluh, karena anak-anaknya yang tinggal diluar kota jauh dengan orangtuanya, kalau di WA/SMS jawabnya singkat.

“Apa sudah bangun dan sholat nak ? Ayo bangun dan segera siap-siap kuliah, ” WA seorang ibu yang tinggal di Surabaya dan anaknya kuliah di Jakarta.

“Udah,” jawab sang anak.

“Maksudnya sudah bangun ? Sholat atau sudah berangkat kuliah ? Katanya masuk jam 06.30.” Jawab sang ibu.

“Otw,” jawab sang anak singkat.

Ibu ini betapa gelisahnya membaca WA anaknya yang singkat. Mahasiswa semester 1 ini biasanya sama ibu waktu SMA bicaranya banyak, manja dan suka bercerita. Kenapa tiba-tiba menjawab WA nya singkat.

Inilah gejala anak muda zaman now. Ia merasa punya bahasa sendiri. Punya gaya komunikasi sendiri. Orangtua tidak boleh melihat dari sisi dirinya. Tidak boleh memaksakan gayanya berkomunikasi.

Pengalaman yang sama dialami seorang ayah. Tapi ia sudah hafal gaya komunikasi sang anak sejak SMA. Sehingga begitu anaknya kuliah diluar kota, ia tidak kaget dengan sms singkat sang anak.

Waktu SMA sesekali, bapak ini menyempatkan jemput anaknya ke sekolah. Begitu dia keluar kelas, langsung sms sang ayah.

“Posisi ?” Sms sang anak singkat tanpa basa basi.

“Dijalan raya depan sekolahan nak, ” jawa ayahnya via SMS.

Jawaban panjang sang ayah juga dijawab singkat sang anak. “Ok”.

Bapak ini bercerita, awalnya sempat protes pada sang anak. Kenapa smsnya singkat-singkat. Kurang sopan. Harusnya panjang dan tidak terkesan cuek.

Dalam dialog di mobil sang anak menjawab.
“Capai yah. Gak ada waktu. Tapi ayah paham kan ? Ya sudah. Jangan bahas lagi.”

Bagi orangtua zaman old, bisa kaget mendengar jawaban sang anak. Tapi bapak ini kemudian mendapatkan pelajaran, betapa anak memang punya zaman yang berbeda dengan dirinya.

“Tapi anak saya dalam keseharian tetap jaga sopan santun. Sama orangtua hormat, sama adik dan kakaknya sayang. Sama temannya baik itu saja pegangan saya. Bahwa sms atau WAnya singkat bagi saya orangtua yang harus paham. Saya sudah biasa sekarang menerima WA, transjamber ? Awalnya kaget apa ini ? Gak tahunya transfer jam berapa ?..ada ada saja anak sekarang.”

Itulah pentingnga memahami ilmu komunikasi modern dalam parenting. Jangan sampai ada masalah baru karena kesalahpahaman dalam metode berkomunikasi. Meski kunci utama mendidik adalah nyambungnya komunikasi hati antara orangtua dan anaknya. Tetapi komunikasi lahir adalah gambaran kedekatan hati antar anak dan orangtuanya. (Yus)

BACA JUGA:

Facebook Comments

POST A COMMENT.