Kromosom Y Berkurang, Lelaki Terancam Punah?

MEPNews.id – Dalam teori genetika, dalam sel terdapat kromosom untuk pembawa sifat yang akan diturunkan pada anak lalu dilanjutkan ke cucu dan seterusnya. Lelaki memiliki kromosom XY dan perempuan memiliki kromosom XX. Dalam organ seksual perempuan, kromosom bisa memisah menjadi X dan X. Dalam organ seksual lelaki, komosom bisa terpecah menjadi X dan Y.

Saat terjadi perkawinan, masing-masing kromosom seksual yang terpisah ini menggandeng pasangannya. Jika kromosom X lelaki bertemu kromosom X perempuan, jadilah anak perempuan dengan kromosom XX. Jika kromosom Y lelaki kertemu kromosom X perempuan, jadilah anak lelaki dengan kromosom XY.Dari sini lah sifat-sifat dri ibu dan dari ayah diturunkan pada anak.

Dalam kasus sangat langka, misalnya, kromosom XX perempuan tidak terbelah. Jika bertemu kromosom X pria, maka jadi anak ‘perempuan super’ dengan kromosom XXX. Sementara, kromosom Y tidak menjadi anak. Hal lain jika terjadi kasus XY tidak memisah.

Nah, bisa dikatakan kromosom Y simbol kelelakian.

Masalahnya, sejumlah penelitian menunjukkan kromosom Y mengalamai degenerasi sehingga ada prediksi bakal musnah total 4,6 juta tahun kemudian. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2016 menunjukkan, sejenis tikus tanah di Jepang telah kehilangan kromosom Y sepenuhnya. Proses kehilangan kromosom Y pasti menyebabkan masalah kesuburan.

Mengapa kromosom Y terdegenerasi?

kromosom yDalam setiap sel normal manusia, terdapat 46 kromosom. Semua bergandengan satu-satu dengan salinannya (sehingga ada 23 pasang), kecuali kromosom seks yang menentukan jenis kelamin. Pada kromosom seks perempuan, X bergandengan dengan X. Pada kromosom seks lelaki, X bergandengan dengan Y. Dibanding lainnya, kromosom Y bentuknya beda. Kromosom Y berbentuk lebih pendek dan gemuk.

Kromosom Y juga memiliki kelemahan. Semua kromosom, termasuk Y, diturunkan langsung ke anak lelaki atau perempuan. Hanya kromosom Y yang berpindah dari ayah ke anak laki-laki. Ini berarti kromosom Y tidak dapat mengalami rekombinasi genetik. Setiap pergeseran pada generasi tertentu bisa menghasilkan mutasi gen yang merusak.

“Karena kehilangan manfaat rekombinasi, kromosom Y merosot dari waktu ke waktu hingga akhirnya hilang dari genom,” begitu argumen Darren Griffin profesor Ilmu Genetika dan Peter Ellis dosen Biologi Molekuler dan Reproduksi dari University of Kent di Inggris di The Conversation.

Kromosom Y terdegenegerasi dengan cepat. Jika tingkat degenerasi saat ini berlanjut, kromosom Y diperkirakan hanya memiliki 4,6 juta tahun sebelum hilang sama sekali. Tampaknya sangat lama. Tapi, menurut Griffin dan Ellis, jika dibandingkan dengan 3,5 miliar tahun umur kehidupan di Bumi, ini bukan waktu lama. Apa lagi, 166 juta tahun lalu, mamalia pertama memiliki kromosom awal ‘proto-Y’ yang ukurannya, bentuknya, dan genomnya sama dengan kromosom X.

Meski demikian, penelitian terbaru menunjukkan kromosom Y mengembangkan beberapa mekanisme untuk memperlambat laju kehilangan gen. Penelitian di Denmark yang diterbitkan di PLoS Genetics, mengurutkan kromosom Y dari 62 pria berbeda. Hasilnya menunjukkan, penataan struktur skala besar memungkinkan ‘penguatan gen’ –yakni perolehan beberapa salinan gen yang meningkatkan kesehatan fungsi sperma dan pemulihan hilangnya gen. Kromosom Y mengembangkan struktur yang disebut ‘palindromes’ (pengurutan DNA yang bisa terbaca bolak-balik; seperti dalam tatanan huruf ‘KAYAK’ yang bisa dibaca dari depan atau dari belakang). Struktur ini bisa melindungi kromosom Y dari kemerosotan lebih lanjut.

Jadi, masih banyak kemungkinan yang terjadi terkait kemerosotan kromosom Y dan masa depan lelaki. Lihat dan tunggu saja. (Teguh W. Utomo)

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.