Ayo, Kurangi Duduk dan Tambahi Gerak

MEPNews.id – Coba hitung, berapa bagian dari 24 jam sehari yang Anda gunakan untuk duduk? Mengerjakan tugas di kantor atau di sekolah, sebagian besar dengan duduk. Di kendaraan, hampir sepenuhnya duduk. Bahkan, saat olahraga di gym, sebagian juga dilakuakn dengan duduk. Padahal, semakin lama duduk, semakin besar risiko gangguan kesehatan.

“Kebanyakan dari kita duduk atau berbaring rata-rata 11 jam sehari,” kata Wuyou Sui, mahasiswa doktoral di departemen kinesiologi University of Western Ontario di Amerika Serikat, dalam siaran pers yang dikutip HealthDay News 23 Januari 2018. “Tubuh kita tidak dirancang berfungsi dengan baik saat aktivitas rendah. Kita harus bergerak lebih sering. Jika tidak, ada berbagai risiko kesehatan kronis.”

Maka, jika punya niatan kuat, kita bisa lebih banyak bergerak. Bahkan, saat diparkir di depan komputer sepanjang siang hari pun, beberapa perubahan sederhana dapat mengimbangi kerusakan kesehatan akibat kelamaan duduk.

Para periset di Western merekrut sejumlah mahasiswa untuk menjalani program enam minggu yang dirancang untuk mengubah perilaku banyak diam. Para siswa harus memilih strategi paling efektif untuk memaksa mereka berdiri dan bergerak lebih sering dari posisi duduk di depan meja. Antara lain; menetapkan waktu dan menggunakan pengingat telepon.

Setelah program berakhir, menurut hasil studi tersebut, para siswa bisa mengubah diri mengikuti kebiasaan lebih sehat. Mereka rata-rata menghabiskan waktu setidaknya satu jam sekali untuk duduk. Sebelum mengikuti program, mereka cenderung duduk lebih dari 90 menit setiap kali.

“Kami dapat membangun beberapa strategi sederhana untuk membawa tubuh keluar dari kursi atau sofa,” kata Harry Prapavessis, direktur Laboratorium Psikologi Olahraga dan Kesehatan di Western, yang jadi mitra penulis. “Ini mungkin membuat kita lebih produktif atau sebaliknya dalam bekerja. Tapi, kita tahu betul dampak positif bagi kesehatan saat kaki lebih banyak digerakkan.”

Para periset mencatat, dua minggu setelah studi berakhir para mahasiswa duduk untuk jangka waktu lebih singkat daripada biasanya. Itu setelah mereka menggabungkan teknik yang dipelajari sendiri dari program. Kebiasaan ini antara lain berdiri saat menelepon, lebih sering berjalan untuk minum, hingga mengganti kebiasaan chat di medsos dengan diskusi sambil jalan kaki.

“Sudah menjadi sifat manusia yang selalu keberatan saat menambahkan aktivitas baru pada hari sibuk. Oleh karena itu, resolusi diet dan olahraga terkadang tidak berhasil,” kata Sui. “Namun, studi ini menunjukkan kita dapat memerangi ‘pekerjaan duduk’ ini bukan dengan menambahkan aktivitas baru namun cukup dengan menggeser beberapa kebiasaan yang sudah ada.”

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.