Awas, Penyakit ‘Rusa Zombie’ Ancam Manusia

MEPNews.id – Penyakit ‘Rusa Zombie’ ini mungkin mirip ‘cacing pita’, ‘flu burung’ hingga ‘sapi gila’ yang biasanya menyerang hewan namun menular ke manusia. Cacing pita hidup di usus babi, tapi bisa masuk usus manusia yang makan babi. Virus HN1 yang menyebabkan flu pada unggas ternyata menyerang manusia. Penyakit Creutzfeldt-Jakob yang menyerang otak sapi sampai gila juga bisa ke otak manusia.

Rusa zombie, kurus dan mengeluarkan liur berlebihan.

Rusa zombie, kurus dan mengeluarkan liur berlebihan.

Dikabarkan Kevin Loria di Business Insider edisi 22 Januari 2018, chronic wasting disease (penyakit kurus kronis) ini dikenal sejak 1960-an. Setelah terkena CWD, butuh waktu dua tahun bagi rusa untuk menunjukkan gejala. Rusa menjadi kurus, berhenti berinteraksi dengan rusa lain, menyeruduk benda-benda sekitarnya, kehilangan rasa takut pada manusia, banyak minum tapi banyak mengeluarkan liur, menatap kosong, lalu kelaparan sampai mati. Perilaku seperti itu membuat penyakit ini dijuluki ‘rusa zombie’.

CWD disebabkan penyebaran prion, yakni protein yang berkembang secara keliru, di susunan syaraf dan otak rusa. Sejauh ini, belum ada manusia yang pernah terinfeksi. Namun, peneliti dari Kanada mengungkapkan kekhawatiran penyakit tersebut dapat menginfeksi manusia yang makan rusa, elk, moose, or hewan sejenis yang mengandung protein itu.

Mengapa demikian? Hasil awal dari studi yang sedang berlangsung oleh tim Health Canada menunjukkan kera saja dapat terjangkit penyakit ini setelah secara teratur mengkonsumsi daging rusa yang terinfeksi. Padahal, kera adalah primata yang paling mirip manusia yang dapat digunakan dalam penelitian.

“Potensi CWD untuk ditularkan kepada manusia tidak boleh dikesampingkan,” begitu advis yang dikeluarkan Health Canada pada April 2017. “Pendekatan paling bijaksana adalah mempertimbangkan CWD berpotensi menginfeksi manusia.”

Selalu Fatal

Periset pertama kali mengamati penyakit ini pada rusa sekitar 50 tahun yang lalu di negara bagian Colorado, Amerika Serikat. Sejak itu, dilaporkan ada kasus serupa di tempat lain, di seputar Great Lakes termasuk negara bagian Wisconsin dan Michigan, dan bahkan di Kanada.

Penyakit akibat prion ini seringkali progresif dan selalu fatal. Para ilmuwan berpikir penyakit ini dapat beradaptasi untuk menginfeksi berbagai spesies; -termasuk manusia. Tapi, pemahaman terhadap penyakit ini masih belum mendalam.

Penyakit ‘sapi gila’ sempat menjadi masalah setelah ternak sapi makan rumput atau minum air yang terkena tulang dari domba berpenyakit neurodegeneratif. Sapi yang otaknya terinfeksi dipotong dan dagingnya masuk ke meja makan manusia. Tak pelak, muncul penyakit Creutzfeldt-Jakob yang menyebabkan kemunduran cepat pada otak manusia.

Mark Zabel, ahli imunologi di Colorado State University, mengatakan karena CWD masih dalam kondisi baru ditemukan maka ada kemungkinan berkembang cepat. “Ini membuat kita merasa hanya masalah waktu sebelum prion CWD menginfeksi manusia.”

Maka, untuk sementara ini, beberapa ahli merekomendasikan pemburu rusa, elk dan sejenisnya di daerah yang dicurigai harus memanggang masak-masak dagingnya dan membuang daging jika dites positif CWD. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.