Doktor UI Meneliti Cengkeh untuk Antikanker

MEPNews.id – Dr Fadilah MSi, dari Fakultas Farmasi (FF) Universitas Indonesia, meneliti senyawa eugenol dalam cengkeh yang dapat digunakan sebagai bahan penghambat kanker kolorektal. Dikabarkan situs resmi ui.ac.id 18 Januari 2018, hasil penelitiannya dipresentasikan dalam sidang promosi doktor di Ruang Sidang Promosi Doktor FF, UI Depok.

Kanker kolokteral tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum, biasanya berbentuk polip di sepanjang dinding permukaan kolon atau rektum. Menurut World Health Organization (WHO), kasus kanker kolorektal menempati posisi ketiga terbesar dunia dengan jumlah penderita 1,2 juta kasus per tahun. Di Indonesia, menurut data Kementerian Kesehatan, kanker ini juga menempati urutan ke-3 terbanyak setelah kanker payudara dan paru.

Selama ini, pengobatan kanker kolorektal dilakukan dengan terapi target menggunakan regorafenib dan terapi berbasis monoklonal antibodi. Selain itu, juga ada terapi bahan alami antara lain menggunakan taxol, gosypol, dan polifenol.

cengkihFadilah mengungkapkan, eugenol dari cengkeh adalah salah satu bahan alam yang dapat dipakai sebagai bahan antikanker kolorektal. Dalam penelitian, ia secara in vitro berusaha mencari senyawa baru turunan eugenol yang dapat dijadikan bahan penghambat sel kanker kolorektal HT29. Percobaan in vitro melibatkan seluruh eksperimen organisme hidup dalam kondisi laboratorium yang terkontrol.

Hasil percobaan Fadilah pada mencit Mus musculus menunjukkan senyawa 59 turunan eugenol mampu menghambat pertumbuhan sel HT29. Hasil penelitian ini membuka peluang untuk mengembangkan turunan eugenol sebagai senyawa utama antikanker dalam kasus kanker kolon.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.