Virus Flu Bisa Tersebar Hanya Lewat Nafas

MEPNews.id – Ah, kena flu saja. Enteng. Bukan sakit parah. Banyak obatnya.

Tapi, eit, jangan remehkan flu. Penyakit yang disebabkan virus ini bisa sangat mengesalkan dan bahkan mematikan. Saat virus flu menyerang, tubuh terasa tidak enak, sendi-sendi sakit, saluran pernafasan menyempit karena radang dan keluarnya lendir.

Seratus tahun lalu, yakni pada 1918, terjadi pandemi flu di Eropa dan Afrika Utara, lalu menyebar ke sejumlah wilayah lain di dunia yang menewaskan lebih dari 50 juta manusia. Beberapa jenis flu, antara lain yang menyerang unggas, burung, dan babi, saat ini juga bisa pindah menyerang manusia sehingga belum ada obatnya.

Mengapa flu harus diwaspadai? Selain dampaknya, karena virus flu sangat gampang berpindah dari satu inang ke inang lain. Secara acak berada di dekat orang bersin atau batuk pada musim flu saja sudah cukup membuat Anda tertular virusnya.

Brittany A. Roston, dalam SlashGear edisi 19 Januari 2018, mengabarkan peneliti dari University of Maryland dan beberapa institusi lainnya di Amerika Serikat mengungkapkan betapa mudahnya virus flu ditularkan. Bukan cuma lewat bersin dan batuk, virus bahkan bisa ditularkan lewat nafas.

Penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences ini merinci proses risiko penularan virus flu. Salah satunya adalah hembusan napas. Untuk mengetahui hal ini, para peneliti memantau virus flu di antara napas para relawan penelitian.

Ada 142 relawan yang sakit flu digunakan untuk proses penelitian ini. Para periset mengumpulkan 218 penyeka nasofaring, 218 sampel nafas yang dihirup tiga puluh menit, serta bercak-bercak bersin, batuk spontan, dan udara yang ditebarkan saat berbicara dengan sengaja.

Untuk bersin dan batuk, tidak terlalu diteliti karena memang sudah terbukti menularkan virus. Namun, penelitian lebih menyoroti penyebaran virus melalui tetesan aerosol halus. Hasilnya, 48 persen dari 23 sampel aerosol lembut yang dikumpulkan melalui alat selain bersin dan batuk ditemukan memiliki tingkat virus yang terdeteksi. Dari jumlah tersebut, 8 virus menular.

Menjelaskan temuan tersebut, peneliti utama Dr. Donald Milton mengatakan, “Kami menemukan bahwa kasus flu mengkontaminasi udara di sekitar penderitanya. Virus flu dapat menular bahkan hanya dengan tarikan napas, tanpa harus lewat batuk atau bersin.”

Artinya, tindakan pencegahan khas antara lain mencuci tangan dan menjauhi orang batuk atau bersin saja tidak cukup memadai untuk menghindari tertular virus flu. (*)

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.