Gaya Hidup Mewah Ketua DPR RI, Antara Kebanggaan dan Hinaan

MEPNews.id —- Penyair D.Zawawi Imron pernah menyindir anggota Parlemen. Salah satunya soal gaya hidup mewah.

“Rakyat Negeri Garagus tidak perlu hidup mewah, karena sudah diwakili wakilnya yang menjadi anggota parlemen hidupnya super mewah.”

Disyair panjangnya ia mengakhiri.

” Cuma..kalau rakyat Garagus nanti masuk neraka, maukah wakil-wakilnya mewakli ? ”

Syair penyair asal Madura itu tiba-tiba aktual kembali saat media memberitakan Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) blak-blakan soal gaya hidup mewahnya selama ini. Namun Bamsoet menerangkan gaya hidup mewahnya adalah hasil kerja kerasnya.

“Bukan kita nyombong, artinya memang saya ada keinginan kuat untuk mengubah hidup dengan bekerja keras,” ujar Bamsoet di gedung DPR, Senayan.

Salah satu kegemaran Bamsoet adalah mengoleksi mobil mewah. Ia mengaku sudah mengoleksi mobil sejak muda.

“Sejak saya muda, sejak saya sanggup beli mobil, ha-ha-ha-ha…. Dulu waktu saya wartawan itu mobil saya Volvo. Itu sudah mewah banget itu,” terangnya.

Bamsoet menjelaskan tak akan menutupi soal gaya hidup mewahnya. Bamsoet kerap mengunggah kehidupan mewahnya di akun media sosialnya.

“Saya adalah pribadi yang terbuka. Kalau mau lihat ada macam-macam lewat di Instragam saya aja. Beredar soal itu kayak pakai private jet dan segala macam,” ucap politikus Golkar ini.

Tidak Ada yang Salah

Hidup mewah adakah yang salah ? Kayaknya tidak juga. Itu konteksnya relatif. Apalagi itu dilakukan oleh pengusaha, orang ternama karena kerja kerasnya.

Yang menjadi masalah adalah ketika kekayaan itu dijadikan kebanggan, ditunjuk-tunjukkan dan jadilah kesombongan. Maka, kekayaan melahirkan anggapan baru bagi masyarakat luas.

Kekayaan menjadi alat kesenjangan, menjadi modal gesekan sosial, bahkan melahirkan nafsu kejahatan bagi orang yang tidak mampu menahan diri atas nafsu yang lahir dari “iming-iming” kemewahan.

Apalagi yang menunjukkan gaya hidup mewah itu, masih mau,  hidupnya dibiayai oleh rakyatnya. Memakai uang negara dan otomatis keringat pajak jutaan orang.

Maka, begitu masih mau memakan uang rakyat, seharusnya nihilkan kebanggaan atas kekayaan. Meskipun dengan argumentasi kekayaan itu karena kerja kerasnya di masa lalu. Tapi untuk melanggengkan suasana kaya dan mewah, berapa miliar setahun untuk memodalinya ?

Kaya tidak dilarang bagi pejabat publik, apalagi ia kaya karena kerja keras sebelum ia menjabat. Cuma kesombongan atas kekayaan itu mengurangi simpatik. Meluluhkan kepercayaan.

Apalagi rakyat yang diwakili, masih banyak yang hidupnya susah, makan susah, cari pekerjaan susah, masak seorang Ketua DPR RI, yang jelas ketua para wakil rakyat masih bangga dengan hidup mewahnya.

Banggalah kalau mampu menyuarakan kepentingan rakyat
Banggalah kalau mampu mengatasi kemiskinan rakyat
Banggalah melahirkan puluhan UU yang memberi solusi kemudahan bagi rakyat

Bukan bangga naik jet dan hidup mewah ditengah rakyat yang kau wakili masih debat soal harga beras.

Itu bukan kebanggaan bagi rakyat, tapi hinaan. ****(Yusron Aminulloh)

Baca Juga :  Paling Enak Menjadi Orang Pas Pasan

Facebook Comments

POST A COMMENT.