Ketika Jari dan Tanganmu Bicara

MEPNews.id —

Sauadaraku, ingat lagu Chrisye ? Sebuah lagu indah yang kalau kita dengarkan pelan-pelan, apalagi ditengah malam, dalam sunyi, rasanya tidak mampu membendung air mata.

Apalagi kalau kita amati syairnya “Ketika Kaki dan Tangan Berkata” :

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi

Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba…

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu
Yang hina

Coba bayangkan, tangan dan kaki yang bicara, mulut kita terkunci.

Saudaraku, lagu Chrisye ini kutipan Al Quran, pedoman hidup manusia. Maka, mari kita lihat apa yang kita lakukan dalam keseharian. Betulkah tangan kita, kaki kita tiap hari berguna ?

Saudaraku, sekarang ada medsos, ada media demokrasi bebas, ada FB, WA, Twitter, Instagram dll. Semua memberi falitas tangan kita, bahkan jari kita ikut bicara.

Betulkah jari kita lebih banyak menulis di gadget demi kebaikan atau keburukan ?

Banyak diantara kita berjam-jam tiap hari memegang gadget untuk membalas dan mengirim puluhan sapaan di WA. Bahkan dilanjut ikut dialog di berbagai group WA.

Ini adalah zaman medsos, sesuatu yang tidak bisa dihindari. Medos menawarkan puluhan akibat positif tetapi juga membuka peluang ratusan yang negatif.

Bagi yang gunakan WAG untuk saling silaturahmi, belajar meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan ibadah kita, menulis hal hal yang manfaat, saya yakin niat baik itu menjadi positif dan Allah akan menilai setiap gerakan jari kita adalah saksi meringankan dosa.

Sebaliknya, kalau yang kita ketik adalah caci maki, saling menyudutkan dan berkata buruk, berdepat kepanjangan yang tidak berarti, maka jari jemari kita esok hari menjadi saksi yang memberatkan saat ditanya Malaikat. Jari akan bicara menyudutkan sang pemilik jari.

Pertanyaannya sekarang saudaraku, bagaimana mengukurnya ?

Kita sudah tahu ukurannya. Asal jujur dengan hati nurani (Abi Mirza)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.