Ganti Pasta Gigi? Lebih Baik Sikatnya Juga

MEPNews.id – Beberapa pasta gigi mengandung bahan kimia triclosan yang dikabarkan bisa membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit gusi. Namun, pada 2016, pemerintah Amerika Serikat melarang triclosan dari sabun dan produk pembersih lainnya. Alasannya, triclosan tidak benar-benar membunuh bibit penyakit, tapi justru menimbulkan risiko kesehatan, menyebabkan masalah lingkungan, dan berkontribusi terhadap resistensi antibiotik. Maka, banyak orang memutuskan menghindari bahan kimia itu pada berbagai produk, termasuk pasta gigi.

Namun, seperti dikabarkan Alison Pearce Stevens di Science News for Students edisi 19 Januari 2018, studi baru menunjukkan tindakan itu mungkin tidak membantu –kecuali pengguna juga ganti sikat gigi. Mengapa? Triclosan menempel di sikat gigi lalu mengenai pengguna lagi setelah beralih ke pasta gigi baru.

Jie Han dan Baoshan Xing, ahli kimia lingkungan dari University of Massachusetts di Amherst, mempelajari bagaimana berbagai bahan menyerap berbagai jenis bahan kimia. Setelah larangan pemerintah Amerika Serikat, mereka bertanya-tanya apakah triclosan bisa menempel di sikat gigi.

Untuk menyelidiki itu, mereka bekerja sama dengan tim ahli kimia dan insinyur di Connecticut dan Selandia Baru. Laporan penelitian mereka dimuat di jurnal Environmental Science & Technology edisi 7 November 2017.

Peneliti memilih 22 jenis sikat gigi yang populer di Amerika Serikat. Dari sikat berukuran penuh untuk orang dewasa sampai ukuran kecil untuk anak. Kuasnya juga bervariasi. Ada yang hanya memiliki bulu nilon. Ada pula yang memiliki cup pemoles dan polimer pembersih lidah dan permukaan pipi.

Para periset membeli 21 jenis pasta gigi, termasuk enam yang mengandung triclosan. Mereka mencampur satu bagian pasta gigi dengan tiga bagian senyawa kimia mirip air liur. Ini menciptakan ‘bubur’ mirip apa yang terjadi di mulut saat Anda menyikat gigi. Bubur itu dituang ke dalam botol bersisi lurus. Kemudian, peneliti menyikat bagian dalam botol itu dengan sikat tertentu dua menit. Mereka mengulangi proses ini hingga 168 kali, atau setara penggunaan sikat gigi tiga bulan.

Para peneliti kemudian menguji sikat dan campuran untuk triclosan. Mereka tidak menguji setiap bulu, karena tidak perlu melakukannya. Mereka tahu seberapa banyak triclosan dalam pasta gigi yang diaplikasikan pada masing-masing sikat. Mereka hanya meneliti seberapa banyak yang menjadi bubur. Ini bisa memberitahu mereka berapa banyak triclosan yang diserap sikat.

Umumnya kuas menyerap triclosan dari bubur pasta gigi. Kuas-kuas itu mengumpulkan triclosan paling banyak selama beberapa kali pertama digunakan. Setelah itu, mereka terus mengambil triclosan dalam jumlah lebih sedikit daripada saat awal.

Jumlah total triclosan yang diserap tergantung pada sikat. Sikat yang memiliki fitur tambahan umumnya lebih banyak menyerap daripada yang hanya memiliki bulu. Itu karena aksesorisnya terbuat dari bahan berbeda dari bulu, dan lebih mampu menyerap triclosan.

Para peneliti kemudian mengamati apa yang terjadi jika seseorang beralih ke pasta gigi yang tidak mengandung triclosan. Apakah triclosan di sikat gigi sekarang terlepas ke mulut dari bulu?

Untuk mengetahui, peneliti mengulangi eksperimen menggunakan sikat dari percobaan pertama yang telah menyerap triclosan. Sekarang, satu-satunya sumber triclosan adalah sikat bekas pakai itu. Ternyata, triclosan masuk ke dalam bubur setelah disikat dengan pasta gigi bebas triclosan. Itu terjadi lagi dan lagi setiap setelah menyikat gigi.

“Data ini menunjukkan, ganti pasta gigi dari mengandung triclosan ke yang bebas bahan kimia ini ternyata tidak mencegah orang kena triclosan,” kata Margaret James, ahli kimia di University of Florida di Gainesville, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. “Paparan bahan kimia itu mungkin tidak hilang. Kecuali, jika sikat gigi baru digunakan dengan pasta gigi bebas triclosan.”

Han mengakui, ini mungkin boros karena harus ganti pasta gigi. Tapi, cara terbaik untuk memastikan paparan triclosan berakhir adalah beralih ke sikat gigi baru kapan saja Anda ganti pasta gigi. Pilihan lainnya, gunakan sikat yang hanya berbulu. “Kami menemukan bulu ini mengumpulkan jumlah triklosan jauh lebih sedikit dibandingkan sikat yang punya lebih banyak aksesori. Manfaat lain, harganya lebih murah.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.