Tiada Kata Telat untuk Belajar Bahasa Inggris

agus harionoOleh: Agus Hariono

MEPNews.id – Saya mungkin salah satu orang yang terlambat diberi hidayah untuk belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris. Mengapa begitu? Karena saya adalah orang Pare di Jawa Timur. Sudah selayaknya, sebelum orang lain datang untuk belajar bahasa Inggris di Pare, saya sudah belajar di Kampung Inggris ini.

Malu sih sebenarnya saya mengaku orang Pare tapi belum bisa bahasa Inggris dengan baik. Pernah, suatu ketika saya mengikuti kemah nasional di Jambi, teman-teman dari berbagai penjuru Nusantara yang tahu saya dari Pare, kemudian berkomentar saya pasti pandai berbahasa Inggris. Dengan rasa malu, saya membalas bahwa saya tidak bisa atau tepatnya belum bisa berbahasa Inggris.

Kejadian demikian tidak satu atau dua kali terjadi, tapi hampir setiap kali saya berpergian di luar kota atau luar daerah. Saat menjawab asal daerah saya, pasti saya menjawab dengan penuh beban. Lalu, sambil menyesal saya menyalahkan diri sendiri. Mengapa tidak segera balajar bahasa Inggris? Sedih kan jika mendapat pertanyaan semacam itu? Tapi, saya kok rasanya menjadi kebal. Buktinya saya tidak juga segera belajar bahasa Inggris hingga saya sudah menamatkan beberapa pendidikan formal saya.

Memang, ketenaran suatu daerah karena keunggulannya, selain menjadi kebanggaan daerah itu, kadang juga menjadi beban bagi warganya. Khususnya, bagi warga yang tidak bisa mencerminkan kebanggaan daerah tersebut. Seperti itu lah yang terjadi pada diri saya. Bertahun-tahun saya menahan rasa sedih akibat pertanyaan yang tidak bisa saya pertanggungjawabkan. Meski demikian, dalam benak paling dalam, ingin rasanya saya segera bertaubat dan berharap mendapat hidayah—untuk belajar bahasa Inggris di Pare.

Alhamdulillah, Allah memberikan hidayah berupa kesempatan berupa waktu untuk konsen belajar bahasa Inggris. Sebenarnya, tujuan saya bukan hanya untuk melepas beban sebagai warga Pare tempat Kampung Inggris berada. Lebih dari itu, ada tuntutan tuntutan zaman dan tuntutan studi yang mengharuskan saya bisa berbahasa Inggris. Maka, kesempatan ini menjadi berkah ganda bagi saya. Di satu sisi, saya bisa melepas beban sebagai warga Pare yang harus bisa bahasa Inggris meski tidak terlalu sakti. Di sisi lain, ini juga bisa memenuhi tuntutan zaman dan studi saya.

Mungkin saya bisa dikatakan telat belajar bahasa Inggris. Tapi saya tidak berkecil hati. Justru ini adalah momen yang tepat. Momen yang pas untuk saya konsen belajar bahasa Inggris. Risikonya kadang teman-teman sekelas berusia jauh lebih muda daripada saya. Tapi, itu tidak masalah. Justru itu membuat saya bisa turut menyelami dunia anak yang lebih muda dari saya. Juga sekaligus agar saya turut terlihat lebih muda.

Belajar memang tidak ada kata terlambat. Yang terlambat dan tertinggal adalah orang yang tidak mau belajar. Maka, belajar akan senantiasa pas bagi siapa saja yang mau. Bagi yang mau belajar, berarti mereka sadar akan pentingnya membuka ruang kesempatan yang lebih luas. Bahwa masih banyak lahan yang dapat digunakan untuk menyambung hidup.

Semoga kami semua di kelas translation periode 25 di Elfast ini dapat meraih kesuksesan masing-masing. Aamiin.

Wallahu a’alam!

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.