Remaja Lapar Junk Food karena Iklan TV

MEPNews.id – Remaja yang menonton TV komersial lebih dari tiga jam sehari cenderung makan ratusan junk food tambahan untuk cemilan. Karena dibombardir iklan makanan tidak sehat di televisi, remaja bisa makan lebih dari 500 cemilan tambahan antara lain keripik, gorengan, dan minuman bersoda dalam setahun, dibandingkan remaja yang lebih sedikit menonton TV.

Temuan tersebut berdasarkan survei YouGov terhadap 3.348 responden berusia 11-19 tahun di Inggris. Survei itu menanyai tentang diet dan kebiasaan menonton TV. Laporan survei Cancer Research UK itu dipublikasikan EurekAlert! edisi 15 Januari 2018. Ini penelitian terbesar yang pernah dilakukan Inggris untuk menilai hubungan antara tayangan iklan TV dengan diet.

Menurut laporan itu, saat remaja menonton TV tanpa iklan, peneliti tidak menemukan hubungan antara waktu di layar kaca dengan kemungkinan makan lebih banyak junk food. Ini menunjukkan iklan di TV komersial sangat mungkin mendorong anak-anak memakan makanan ringan yang tidak sehat.

Remaja yang mengaku teratur menonton TV dengan iklan ternyata 139% lebih mungkin minum minuman bersoda dibandingkan dengan remaja dengan keterpaparan iklan rendah dari TV, dan 65% lebih mungkin makan junk food daripada yang tidak banyak menonton iklan TV.

Potensi Kanker

Terus-menerus mengonsumsi makanan dan minuman berkalori tinggi meningkatkan kelebihan berat badan atau obesitas. Padahal obesitas adalah penyebab kanker terbesar kedua di Inggris, setelah merokok. Obesitas juga terkait dengan 13 jenis kanker termasuk usus, payudara, dan pankreas.

Dr Jyotsna Vohra, penulis utama studi dari Cancer Research UK, mengatakan, “Ini bukti terkuat bahwa iklan junk food bisa mendorong remaja memilih makanan. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan kuat antara iklan dan kebiasaan makan junk food.”

Obesity Health Alliance baru-baru ini menerbitkan laporan, hampir 60% iklan makanan dan minuman dalam program populer untuk orang dewasa dan anak usia 4-16 tahun adalah makanan tidak sehat yang dilarang masuk acara TV untuk anak-anak.

Profesor Linda Bauld, pakar pencegahan di Cancer Research UK, mengatakan, “Anak-anak obesitas berpeluang lima kali lebih mungkin tetap gemuk saat dewasa, yang dapat meningkatkan risiko kanker di kemudian hari. Sementara, industri makanan akan terus mendorong produk mereka masuk ke dalam pikiran para remaja jika diizinkan melakukannya. Maka, pemerintah perlu melindungi kesehatan generasi berikut.”

 

baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.