Banyak Orangtua Gagal Mendidik Anak Memiliki Naluri Sosial

Foto Ilustrasi : Hari/desakotaku

MEPNews.id —- BANYAK orangtua tidak berhasil melatih anak kandungnya untuk memiliki kebiasaan berbagi dengan sesama. Memiliki naluri sosial yang tinggi.

Penegasan itu disampaikan Yusron Aminulloh, Master Trainer MEP dalam dialog Parenting di Surabaya, Sabtu (13/1).

“Ketidakberhasilan orangtua disebabkan naluri sosial tidak pernah menjadi topik di rumah. Waktu anak dan orangtua untuk sekolah, les, ngaji, rekreasi. Sehingga peduli sosial hanya berhenti menjadi teks,” tegas Yusron.

Bersyukurlah kepada anak yang masih sering mendengar dongeng dan cerita tauladan tentang peduli sosi dari guru di sekolah atau saat ikut TPA/TPQ.

“Karena anak yang mempunyai naluri sosial yang tinggi tidak mungkin hadir begitu saja. Ia ada dalam diri anak karena dilatih, dibiasakan dan yang paling penting diberi tauladan,” tegas Yusron.

Kalau orangtuanya pelit, tidak suka berbagi, anak melihat sebuah “pelajaran nyata” bahwa berbagi itu bukan sesuatu yang penting. Hidup individualistik seolah sebuah kebenaran.

“Mak ajak anak, libatkan. Kalau syukuran di rumah, suruh anak-anak dan ajak anak-anak untuk ikut mengantar ke tetangga. Kalau Ramadhan suruh anak antar ta’jil ke masjid. Itu pelajaran nyata daripada penjelasan tentang apa itu berbagi, sedekah, beramal,” tegas Yusron.

Lebih jauh Penulis 12 buku ini juga mengajak para orangtua membiasakan minimal setiap hari jumat memberi sangu lebih pada anaknya. Agar anak-anak berinfaq di masjid.

“Banyak anak orang yang mampu tidak paham, bahwa banyak temannya makan sehari saja sulit. Membeli baju setahun dua kali, makan di resto itu sebuah kemewahan. Bahkan, banyak anak rekreasi iti sebuah mimpi.”

Karena bagi dirinya sendiri dan keluarganya, makan di resto dan rekreasi itu bisa seminggu sekali. Membeli baju atau ke mall sewaktu-waktu ia bisa lakukan, tambah Yusron menjawab sejumlah pertanyaan peserta dialog. (Ang)

BACA JUGA :  @ Genetika, Nasab, Dibantah dan Dijawab

Facebook Comments

POST A COMMENT.