Attitude is Everything

agus harionoOleh: Agus Hariono

MEPNews.id  – ‘Attitude’ adalah istilah dalam Bahasa Inggris yang diartikan dalam Bahasa Indonesia sebagai ‘sikap’, ‘perilaku’, atau ‘tindakan’. Dalam Bahasa Arab, itu bisa disebut sebagai ‘akhlaq’. Dalam KBBI, ‘sikap’ diartikan sebagai ‘perilaku’ atau ‘gerak-gerik’. Meski tidak sama persis artinya, namun dalam aplikasinya bisa sama atau setidaknya ada kemiripan.

Dalam mengartikan ‘attitude’, saya lebih suka menggunakan arti ‘sikap’ atau ‘akhlak’. Itu karena keduanya sangat populer dan sering digunakan oleh masyarakat. Maka, judul di atas secara sederhana dapat diartikan ‘Sikap adalah Segalanya’.

Tentu, hampir tidak ada yang menolak judul atau statemen di atas. Kebanyakan orang pasti setuju dengan pernyataan itu. Karena dalam masyarakat kebanyakan terjadi demikian. Sikap atau akhlak menjadi penentu paling dominan terhadap kesuksesan seseorang.

Meski demikian, kita tetap harus mencari bukti-bukti; apa benar sikap/akhlak itu segalanya atau penentu kesuksesan?

Kaum muslim tentu tahu tentang hadis yang disampaikan Nabi Muhammad SAW, “Sesungguhnya aku diutus ke dunia hanyalah untuk menyempurnakan akhlak”. Ini contoh pertama dan mendasar bahwa akhlak itu sangat penting.

Lalu, ada kata-kata bijak yang menyebutkan, “Your attitude, not aptitude, determine your altitude.” Terjemah kasarnya kira-kira, “Sikap Anda, bukannya bakat atau kecerdasan Anda, yang menentukan tingkat kesuksesan Anda.” Ungkapan di atas dikuatkan penelitian para ahli yang menyatakan kesuksesan seorang pada bidang masing-masing ditentukan oleh 15 % kemampuan teknis dan 85 % oleh sikap.

Sering kita jumpai bahwa keahlian dan kepandaian seseorang dalam pekerjaan teknis tertentu tidak memiliki arti apa-apa jika ia tidak memiliki sikap baik pada orang lain di sekitarnya. Keahlian dan kepintaran hanya pajangan yang tidak memiliki makna bagi yang lain.

Kita mungkin pernah melihat orang yang dalam sisi keahlian tampak biasa-biasa saja namun memiliki attitude yang baik, care dengan sesama teman, sopan pada orang lain, tidak suka menjatuhkan siapa saja, dan perangainya baik. Maka, orang yang seperti ini justru bisa menuai kesuksesan dibanding orang yang katanya otaknya encer.

Kadang kepinteran, keahlian, dan menguasai materi saja tidak cukup untuk menjadikan seseorang meraih kesuksesan puncak. Kalaupun bisa, biasanya banyak sekali penentangan dari bawahan atau rekan selevel. Orang itu hanya mengandalkan kepandaianya dalam bidang tertentu tapi lupa menyertainya dengan sikap yang baik terhadap orang di sekitarnya.

Sikap menghargai, mengapresiasi, memberikan kesempatan, memberikan kepercayaan, memberikan tanggung jawab, memberikan perhatian, itu lah sesungguhnya yang menjadi ruh dari keahlian dan kepintaran yang dimiliki. Keberhasilan dan kesuksesan yang diraih akan menjadi sempurna lantaran yang ada di bawah, di samping dan di atasnya merasa nyaman dengan sikap dan perilakunya.

Bayangkan orang yang berposisi di atas Anda adalah pintar dan ahli namun sama sekali tidak memiliki sense terhadap orang di sekitarnya, apalagi bawahnya. Bayangkan atasan itu selalu curiga, tidak pernah memberi kesempatan, tidak pernah memberi kepercayaan, tidak pernah memberi tanggung jawab, dan bawaannya selalu menyalahkan orang lain dan lalu marah-marah melulu. Siapa yang akan tahan dengan orang demikian ini? Di awal, mungkin ia masih bisa dimaklumi oleh rekan dan bawahan. Tapi, jika terus berlanjut, maka kondisi demikian pasti tidak akan panjang.

Oleh karena itu, attitude yang baik menjadi penting untuk dilatih dan dibiasakan guna menjadi jalan meraih kesuksesan. Siapa yang ingin hidupnya dipenuhi dengan permusuhan? Siapa yang ingin hidupnya dipenuhi kebencian dan penolakan? Semua orang menginginkan hidup baik dan diperlakukan dengan baik oleh orang lain. Maka, tidak ada jalan lagi selain kita juga memiliki sikap yang baik kepada semua orang. Apalagi seandainya kita dipercaya menjadi orang nomor satu.(*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.