Andaikan Senyum Guru PAUD Memudar

Catatan Ringan : Yusron Aminulloh

MEPNews.id —- Senyum guru PAUD adalah kekuatan, energi yang tak terbatas. Andaikan senyum itu pudar, maka pudarlah senyum anak anak Indonesia, pudarlah masa depan negeri ini, karena ditangan merekalah masa depan bangsa.

Mungkinkah senyum guru PAUD pudar ? Sangat mungkin andaikan mereka terus menerus diremehkan, kurang dianggap, bahkan dianggap bukan lagi sebuah guru, namun hanya pengasuh anak.

Tapi guru PAUD kuat, hebat dan tak geming dengan tantangan. Meski mereka dinihilkan, diremehkan dan tidak mendapat posisi sosial tinggi dibanding Guru formal. TK, SD, SMP maupun SMA.

Guru PAUD (non formal) terutama. Gaji mereka minim, tetapi pengabdiannya maksimal. Kekompakan mereka mengalahkan kelompok guru manapun. Keikhlasan mereka teruji oleh waktu dan zaman.

Ketika guru formal sudah bicara juta gaji dan tunjangannya, guru PAUD masih ratusan ribu dan bahkan kurang dari itu. Guru PAUD menelan ludah iri dengan mengedepankan keikhlasan.

Mungkinkah Guru Paud pudar senyumnya ? Kecil kemungkinan itu terjadi. Karena baginya senyum adalah kekuatan, senyum adalah nafas mereka. Karena puncak kebahagiaan seorang guru PAUD adalah tatkala ia bisa senyum dengan anak-anak usia dini yang mereka temani mengenal keindahan dunia.

Mungkinkah Guru PAUD pudar senyumnya ? Kecil kemungkinan itu, karena mereka mempunyai niat tulus bersama-sama senyum saat mereka menginjak kakinya di Surga.

Mereka adalah matahari yang menerangi dunia, meski orang tidak pernah mengingatnya saat matahari itu terbit.

Mereka adalah rembulan yang mencerahkan hati dimalam hari, meski orang tidak pernah mengingatnya saat malam hadir.

Guru PAUD adalah matahari dan rembulan yang dicari-cari orang, dirindukan kehadirannya, saat tidak terbit, saat tidak hadir. Tetapi kehadiran setiap harinya, dianggap kewajiban seperti matahari terbit dipagi hari. Sehingga mereka lupa terima kasih dan mendoakan.

Guru PAUD adalah khalifah sejati di Bumi. ***

Surabaya, 14 Januari 2018

Foto : Hari/DK

Baca Juga:

Ketika Ibu-ibu Menulis atas Kesalahannya Menggunakan Kata Negatif, Apa yang terjadi?

PAUD Pentingkah di Zaman Now

Facebook Comments

POST A COMMENT.