Obat Tetes untuk Perbaiki Sel Induk Kornea

MEPNews.id – Gangguan kerusakan pada kornea mata bisa menyebabkan cacat serius hingga kebutaan. Untuk mengatasi itu, para ilmuwan mencoba memperbaiki sel-sel di kornea agar pulih dan tumbuh normal ke arah kesembuhan. Salah satu caranya, dengan memperbaiki pertumbuhan sel-sel induk kornea.

Mehr News Agency pada 13 Januari 2018 mengabarkan, para peneliti dari Royan Research Institute di Teheran (Iran) membuat obat tetes mata yang dapat memperbaiki pertumbuhan sel induk kornea. Dengan produksi tetes mata dari membran amnion, mereka dapat memperbaiki pertumbuhan limbal stem cell setelah mengokulasi semacam lingkaran di sekitar kornea.

Limbal stem cell adalah sel induk epitel yang ditemukan di lapisan limbus kornea (cincin di sekitar kornea). Sel-sel ini bertugas merenovasi dan merekonstruksi sel induk yang ada di kornea.

Dalam kasus defisiensi limbal stem cell, pasien mendapat sedikit atau tiada sel-sel induk. Ini menyebabkan kurangnya rekonstruksi kornea. Akibatnya, cacat serius. “Pada akhirnya, proses ini dapat menyebabkan kebutaan,” kata para peneliti. “Maka, menempatkan limbal stem cell ke pasien bisa menjadi salah satu cara untuk mengobati defisiensi ini.”

Untuk memperbaiki hasil klinis dari limbal stem cells, para periset dari Royan Research Institute berhasil mentransplantasi potongan 1x2mm dari area limbal mata sehat ke mata pasien penderita defisiensi limbal stem cells. Akhirnya mereka berhasil memperoleh membran amniotik.

Limbal stem cells dikembangkan Dr. Marziyeh Ebrahimi, Alireza Baradaran Rafi, Niloofar Shayan Asl, dan rekan di Royan Research Center di Iran, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Shahid Beheshti di Iran, Universitas Illinois di Amerika Serikat, dan Fakultas Ilmu Kedoktera Universitas Shiraz di Iran.

Efek cukup besar dari sel induk ini telah terbukti dalam berbagai penelitian di bidang penyembuhan luka dan transplantasi berbagai sel induk. Sejumlah artikel ilmiah relevan telah dipublikasikan di beberapa jurnal internasional. Produk ini juga telah dikomersialkan Royan Research Institute. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.