Bikin To-Do List Bisa Mempercepat Tertidur

MEPNews.id – Sekitar 40 persen orang Amerika memiliki masalah untuk bisa tertidur. Mereka bahkan menghabiskan miliaran dollar setiap tahun hanya untuk mendapatkan bantuan dan pengobatan agar bisa cepat tertidur. O, o,… sungguh mahal.

Bagaimana dengan orang Indonesia? Tentu saja banyak yang tidak gampang tertidur, meski angka pastinya belum diketahui jelas. Tentu saja ada juga yang mengeluarkan sejumlah uang untuk mencari cara agar gampang tertidur.

Tapi, tak perlu mengeluarkan uang tunai dengan susah payah. Tertidur bisa diawali dengan cara sesederhana menulis daftar tugas! Ya, dengan cara make a list. Tak percaya? Ada bukti penelitian ilmiahnya.

Beberapa penelitian ilmiah sebelumnya menunjukkan, menulis dapat membantu seseorang lebih cepat tertidur. Namun, jenis tulisan tertentu seperti apa yang lebih efektif untuk mempercepat tertidur?  Lauren Sigfusson, dalam blog discover magazine edisi 12 Januari 2018, mengabarkan tentang sekelompok peneliti dari Universitas Baylor yang bertekad menjawab pertanyaan di atas.

Para peneliti menggunakan polysomnography (standar untuk mengukur tidur). Mereka memantau aktivitas listrik otak dari 57 orang dewasa sehat berusia antara 18 dan 30 saat tidur. Setiap orang menyelesaikan tugas menulis selama lima menit sebelum tidur. Beberapa ditugaskan menulis daftar tugas yang akan datang, sementara yang lain ditugaskan untuk menulis tentang tugas yang telah diselesaikan sebelumnya.

Dalam makalah yang dirilis di American Psychological Association Journal of Experimental Psychology: General, dilaporkan bahwa orang-orang yang menulis daftar tugas yang akan datang ternyata secara signifikan bisa tertidur lebih cepat daripada yang menulis tentang daftar tugas yang telah mereka capai. Semakin spesifik daftar rencana tugasnya, semakin cepat mereka tertidur. Nah, tentu ini seru terutama bagi yang fanatik menuliskan to-do list. Tapi, tentu masih ada area lain yang harus dijelajahi.

“Mengukur tentang kepribadian, kecemasan dan depresi mungkin bisa menjelaskan lebih rinci tentang efek penulisan terhadap tidur. Itu bisa dieksplorasi dalam penyelidikan dengan sampel lebih besar,” kata profesor psikologi dan ilmu saraf Michael K. Scullin, direktur Laboratorium Neuroscience dan Laboratorium Kognisi di Baylor, yang memimpn penelitian.

“Kami saat ini hanya merekrut orang dewasa muda yang sehat. Jadi, kami belum tahu apakah temuan ini bisa menggeneralisasi orang yang mengalami insomnia. Beberapa kegiatan menulis sudah disarankan untuk memberi manfaat bagi pasien, namun kami belum menelitinya lebih dalam.” (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.