Usia Tua Bukan Faktor Risiko Komplikasi Pasca-operasi

MEPNews.id – Di antara pasien usia lanjut, kelemahan dan gangguan kognitif sebelum operasi umumnya terkait dengan berkembangnya komplikasi setelah operasi. Kabar baiknya, usia tidak terkait dengan komplikasi itu. Temuan ini berdasarkan tinjauan sistematis yang dipublikasikan online di jurnal BMC Medicine edisi 12 Januari 2018.

Para periset dari Rumah Sakit St. Michael di Toronto (Kanada) mengungkapkan, yang terkait dengan pengembangan komplikasi pasca-operasi setelah operasi elektif justru kelemahan fisik, gejala depresi, dan merokok.

Mereka menekukan, status American Society of Anesthesiologists (ASA), yang mengevaluasi kesehatan fisik pasien sebelum operasi dan secara tradisional dinilai sebagai faktor risiko komplikasi pascaoperasi, ternyata tidak terkait dengan komplikasi pasca operasi pada pasien yang lebih tua.

“Fakta bahwa usia dan status ASA bukanlah faktor risiko komplikasi pascaoperasi ini agak mengejutkan. Biasanya, ini adalah faktor yang dilihat dokter saat menilai risiko pasien bagi kemungkinan komplikasi setelah operasi,” kata Dr. Jennifer Watt, penulis utama kajian.

Kajian tersebut menguji 44 penelitian termasuk lebih dari 12.000 pasien berusia 60 tahun ke atas dan melaporkan hasil pasca-operasi antara lain komplikasi, kematian pasca operasi, lamanya rawat inap, penurunan fungsional, dan apakah pasien dipulangkan ke rumah atau dikirim ke fasilitas perawatan rumah sakit atau perawatan jangka panjang lainnya.

Namun, karena perbedaan signifikan dalam metode perancangan dan pelaporan dari studi yang disertakan, para penulis tidak dapat melaporkan tingkat risiko komplikasi pasca-operasi spesifik atau tingkat keparahannya.

Para periset menemukan, di semua penelitian terdapat hanya 25 persen pasien lebih tua yang mengalami beberapa komplikasi setelah operasi elektif. “Kaum usia lanjut adalah kelompok pasien yang risiko komplikasi pasca-operasinya tidak ditentukan oleh faktor usia, komorbiditas atau jenis prosedur pembedahan,” kata Dr. Watt. “Studi ini menyoroti bagaimana komplikasi pascaoperasi umum terjadi di antara orang usia tua yang menjalani operasi elektif, dan pentingnya sindrom geriatri, antara lain kelemahan, dalam mengidentifikasi manula yang mungkin berisiko.”

Kajian tersebut tidak memeriksa mengapa kelemahan dikaitkan dengan hasil negatif setelah operasi. Namun, penulis berhipotesis bahwa kelemahan –dan bukannya usia– yang lebih dikaitkan dengan komplikasi pascaoperasi. Kelemahan ini lebih mewakili usia biologis pasien dibandingkan dengan usia kronologisnya.

Penulis juga mencatat, ada beberapa intervensi yang terbukti untuk sejumlah faktor risiko yang diidentifikasi dalam tinjauan itu. Intervensi yang bertujuan memperbaiki nutrisi pasien, kebugaran fisik dan kognisi ternyata bisa memperbaiki kelemahan pada pasien usia lanjut. Intervensi berupa penghentian merokok sebelum operasi juga dikaitkan dengan menurunnya risiko komplikasi pasca operasi.

“Dengan populasi ini, ada potensi untuk melakukan intervensi memperbaiki hasil setelah operasi dengan cara mengidentifikasi dan menangani faktor risiko sebelum operasi; terutama faktor risiko merokok dan gejala depresi,” kata Dr. Watt. “Faktor-faktor ini dapat ditargetkan di klinik pra-operasi, yang berpotensi menyebabkan hasil lebih baik untuk manula saat menjalani operasi elektif.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.