Probiotik Rekayasa Genetik Ubah Sayur Jadi Pembunuh Kanker

MEPNew.id – Kelak, kanker tidak hanya ‘diobati’ dengan kemoterapi, pembedahan, atau kimiawi, tapi oleh jazad renik dalam usus yang mengubah sayuran jadi obat. Tim peneliti dari National University of Singapore (NUS) berhasil memodifikasi genetik mikroba (jazad renik) usus jenis umum sehingga mampu menancap di sel kanker kolorektal (usus dan anus). Jazad renik yang sudah direkayasa genetik ini bisa mengubah zat yang ditemukan dalam brokoli untuk menjadi racun pembunuh kanker.

Rich Haridy, menulis untu NewAtlas edisi 12 Januari 2018, mengabarkan penelitian ini dimulai dengan memodifikasi secara genetik bentuk jazad renik tidak berbahaya yang biasa ditemukan di usus manusia. Jazad renik Entamoeba coli Nissle ini direkayasa untuk bisa mengikat senyawa heparan sulphate proteoglycan yang biasa ditemukan pada permukaan sel kanker kolorektal.

Dalam laporan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Biomedical Engineering, dijelaskan bahwa jazad renik ini didaratkan ke sel-sel kanker dan kemudian menunggu inangnya mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung glukosinolat. Glukosinolat –yang biasa ditemukan di brokoli, kol dan sayuran krusifer lainnya– diubah menjadi molekul sulphoraphane (senyawa pembunuh kanker) melalui enzim yang disekresikan dari jazad renik rekayasa itu. Hasilnya, sel-sel kanker jadi mati.

Studi ini pertama kali menguji proses in vitro dengan hasil, kombinasi dari jazad renik yang direkayasa dan glukosinolat bisa membunuh lebih dari 95 persen sel kanker usus besar dan anus. Kemudian, uji coba dilakukan pada model tikus dengan hasil yang cukup mengesankannya, yakni mengurangi jumlah sel kanker hingga 75 persen.

Tentu saja, masih banyak rintangan yang harus diatasi sebelum penelitian ini praktis bisa diterapkan pada manusia. Masih ada pertanyaan tentang efek samping dari pembibitan jasad renik rekayasa genetik. Maka, ada tim yang saat ini menggarap sistem ‘gagal-aman’ untuk jazad renik rekayasa genetik. Sistem ini membuat jazad reniknya membunuh diri sendiri jika ia berperilaku yang tidak kita inginkan.

Tim NUS meramalkan kelak jazad renik rekayasa ini bisa dikonsumsi sebagai minuman probiotik untuk mencegah kanker, atau membunuh sel kanker yang masih terlalu kecil untuk diidentifikasi dalam operasi pengangkatan. Maka, mengkonsumsi brokoli secara harfiah sebenarnya bisa menjadi kebutuhan medis.

“Satu aspek menarik dari strategi kami adalah memanfaatkan gaya hidup kita, yang berpotensi mengubah diet normal menjadi terapi berkelanjutan berharga murah,” kata Matthew Chang, salah satu peneliti dalam proyek tersebut.(*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.