Mencicipi Sebatang Rokok Saja Bikin Ketagihan

MEPNews.id – Kalau belum pernah merokok, jangan coba-coba. Bahkan mencoba sebatang rokok pun bisa membawa efek ketagian. Awalnya sebatang, kemudian jadi kebiasaan. Ini penelitian ilmiah yang dikabarkan EurekAlert edisi 9 Januari 2017.

Sedikitnya 61 persen orang yang mencoba satu batang rokok pertama mereka menjadi merokok setiap hari, setidaknya untuk jangka waktu sementara. Data survei ini didapat peneliti Queen Mary University of London dari sedikitnya 215.000 responden. Hasil survei yang dipublikasikan di jurnal Nicotine & Tobacco Research ini menambah prioritas usaha untuk mengurangi eksperimen merokok di kalangan remaja atau pemula.

Peneliti utama, Profesor Peter Hajek, mengatakan, “Untuk pertama kalinya ada pendokumentasian serangkaian data skala besar yang membuktikan kecanduan rokok bisa terjadi bahkan hanya setelah mencoba satu batang. Dalam perkembangan perilaku kecanduan, peralihan atau konversi dari sekadar coba-coba menjadi praktik sehari-hari merupakan tengara penting. Ini berarti aktivitas rekreasional bisa berubah menjadi kebutuhan kompulsif. Kami menemukan bahwa tingkat konversi dari ‘perokok pertama kali’ menjadi ‘perokok setiap hari’ sangat tinggi. Maka, penting sekali untuk mencegah eksperimen merokok.”

Para peneliti menggeledah Global Health Data Exchange untuk mencari data survei relevan yang mencakup pertanyaan tentang ‘pernah mencoba merokok’ dan ‘pernah merokok setiap hari’. Data dari delapan survei ditemukan di Inggris, Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru, yang metode surveinya setara. Data ini lalu dianalisis untuk menghitung tingkat konversi dari ‘pernah mencoba merokok’ menjadi ‘pernah merokok setiap hari’.

Tim peneliti menemukan, 60,3 persen responden mengaku pernah mencoba rokok, dan di antara mereka, 68,9 persen mengaku telah berkembang menjadi merokok setiap hari. Ada sejumlah survei lain yang menggunakan metodologi berbeda dengan hasil berbeda. Namun, perkiraan tingkat konversi 68,9 persen dari ‘eksperimen’ ke ‘kebiasaan merokok’ itu memiliki margin kesalahan antara 60,9 dan 76,9 persen.

Dengan tingkat konversi tinggi yang ditemukan di survei serupa, para periset menduga beberapa pengurangan prevalensi merokok selama 20 tahun terakhir disebabkan berkurangnya eksperimen merokok di kalangan remaja. Namun, Hajek menambahkan, “Yang dikhawatirkan adalah rokok elektrik bisa sama adiktifnya seperti rokok konvensional. Tapi ini masih butuh penelitian lain lagi.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.