Guru Besar UI Kritik Menko Luhut yang Minta Susi Stop Penenggelaman Kapal

MEPNews.id – Keinginan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menstop penenggelaman kapal pencuri ikan menuai kritik. Upaya tersebut dianggap menghalangi langkah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang konsisten memberantas habis illegal fishing.
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana mengatakan, alasan Luhut untuk menstop penenggelaman kapal dianggap tak relevan. Dia menilai, tidak ada hubungannya antara menghentikan aksi penenggalaman kapal pencuri ikan dengan keinginan Luhut yang fokus meningkatkan ekspor ikan Indonesia tahun ini.
“Selama ini yang dilakukan pencuri-pencuri ikan itu lalu menjualnya ke luar sebenarnya juga kegiatan ekspor. Hanya saja ekspornya ilegal karena tidak punya izin, tidak bayar pajak, dan lainnya. Justru ini yang sekarang dilawan Bu Susi dengan menenggelamkan mereka,” katanya seperti dikuitp kumparan.com, Selasa (9/1/2018).
Hikmahanto menilai, penenggelaman kapal yang sudah diatur dalam Undang-undang Perikanan Nomor 45 Tahun 2009 akan membuat efek jera bagi pemilik kapal asing. Selama ini, sudah cukup banyak kerugian yang diderita Indonesia karena membiarkan kapal-kapal ikan asing berkeliaran dan menangkap ikan secara bebas di wilayah laut Indonesia.
“Dengan begitu, perdagangan juga akan meningkat. Kalau misalnya sekarang tidak boleh ditenggelamkan lalu kemudian ekspor akan meningkat, sementara kapal-kapal pencuri itu akan datang lagi, bagaimana? Relevansinya di mana?” kritik Hikmahanto.
Sebelumnya, Luhut meminta Susi mulai tahun ini penenggelaman kapal yang melakukan illegal fishing diberhentikan. Alasannya, karena aksi yang dilakukan Susi selama 3 tahun belakangan ini dinilai sudah cukup menunjukkan ketegasan pemerintah Indonesia pada dunia.
Luhut ingin, fokus Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) tahun ini berganti menjadi optimalisasi di bidang ekspor produksi ikan. Dia melihat di banyak daerah yang jumlah tangkapan ikannya melimpah agar dilakukan produksi frozen bukan lagi pengalengan sehingga bisa meningkatkan nilai jual ikan ke luar. (sto)

Facebook Comments

POST A COMMENT.