Pengajian STIE Perbanas Bahas Faktor Keretakan Keluarga

(foto: Dosen Wanita dan Karyawwati STIE Perbanas Surabaya yang ada di Dalam rumah)

MEPNews.id — Tepat pada Minggu 8 Januari 2018, pengajian rutin dosen dan karyawan STIE Perbanas Surabaya bertempat di kediaman Keluarga Bapak Rommy Ilham. Acaranya dikemas dengan acara syukuran Pernikahan Bapak Rommy Ilham dengan Ibu Cantika Siregar, di Jalan Manyar Jaya Praja Gg. III, No: 76, Surabaya. Hadir pula keluarga besar STIE Perbanas Surabaya dan keluarganya, termasuk Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr. Lutfi, M.Fin.
Para hadirin diatur terpisah. Bagi Jemaah wanita duduk di dalam rumah, sedangkan para Jemaah pria duduk di kursi di halaman depan rumah. Saat ini, tuan rumah meghadirkan Ustadz Abu Aslam. Dalam ceramahnya, diungkap beberapa faktor keretakan keluarga. Ada tujuh faktor yang menyebabkan keretakan keluarga.
Pertama, bahwa keretakan keluarga bisa disebabkan salah niat pada saat akad nikah. Jika niatnya bukan untuk menyempurnakan iman, maka bisa jadi adanya keretakan keluarga. Misalnya, niatnya hanya mencari harta dan kekayaan salah satu keluarga istri atau suami. Niatnya jika hanya nafu birahinya. Jika itu niatnya, maka pasangan suani sitri tidak langgeng.
Kedua adalah istri yang tidak pandai bersyukur dan berterima kasih pada suaminya. Istri yang selalu menuntut. Jika seorang istri tidak pernah berterima kasih dengan apa saja yang diberikan oleh suaminya, maka tidak akan langgeng kehidupan rumah tangganya.
Ketiga, suami atau istri yang tidak sabar dalam rumah tangga. Saling mencela, memarahi, apa pun yang tidak disukai pada suami atau istri, maka keluarga bisa retak dan tidak langgeng.
Keempat, baik suai atau istri, tidak bisa menjaga pandanga matanya. Mata manusia sebagai alat memandang sering menjadi faktor keretakan keluarga, ketika matanya selalu melihat yang “bukan haknya”. Keindahan atau kemolekan atau kegantengan orang lain senantiasa dilirik secara sengaja. Lama-kelamaan, lupa dengan yang ada di rumah.
Kelima, salah dalam menyikapi media social. Kurang bijaknya suami atau istri dalam media social bisa menjadi keretakan keluarga. Media social bisa menjadi faktor keretakan keluarga jika salah menggunakannya.
Keenam, suasana rumah yang tidak religious. Jika penghuni di rumah tidak pernah membacakan ayat-ayat suci Alqur’an, maka rumah menjadi gersang, Ini bisa menyebabkan keretakan keluarga.
Ketujuh, jika istri atau suami tidak berbakti kepada orang tuanya. Jika istri atau suami lebih mementingkan dirinya dan melupakan orang tuanya, maka aka nada akibat yang menimpa mereka, yaitu suami dan istri. (dwr)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.