Konsolidasi Untuk Surabaya Lebih Berpihak

MEPNews.id — Sebagai komunitas yang cair, kritis dan peduli yang menggambarkan karakter ” Arek Suroboyo “, Komunitas Bambu Runcing Surabaya ( KBRS ) terus bergerak memberi sumbangsih pemikiran bagi pembangunan kota Surabaya yang lebih bermartabat dan berpihak pada kepentingan rakyat. Sabtu ( 6 /12 /2018 ), bertempat di Desa Ketapen Trawas, sejumlah masyarakat yang selama ini menjadi bagian perjuangan KBRS memberi masukan kepada pemerintah kota Surabaya melakukan konsolidasi sumbangsih untuk Surabaya kedepan.

Dalam konsolidasi itupun KBRS juga mengajak para keluarga mereka dengan tujuan agar para keluarga yang terdiri dari anak dan istrinya atau bahkan suaminya agar mengerti apa yang dilkukan oleh para suami atau istrinya ketika berbulan – bulan berjuang bersama mengkritisi kebijakan berkaitan dengan Rumah Radio Bung Tomo, Masjid Assakinah dan Balai Pemuda Surabaya.

” Dengan acara konsolidasi ini, kami berharap agar keluarga bisa mengetahui dan memahami apa yang dilakukan oleh bagian keluarganya ketika bersama kami.Tanpa dukungan keluarga tak mungkin kami mampu bertahan dalam perjuangan ini. Bayangkan mereka tidak mendapatkan apa apa dari perjuangan ini, mereka korbankan waktu untuk keluarga, waktu bekerja demi kepeduliannya kepada Surabaya bersama KBRS “, Ujar Wawan yang menjadi pemandu acara kegiatan ini.

Nasir yang juga menjadi penggagas acara ini berharap bahwa saatnya kita memberi sumbangan yang lebih besar lagi untuk pembangunan Kota Surabaya yang lebih bermartabat. ” Jadikan konsolidasi ini sebagai ruang diskusi dan ruang dialog masyarakat, agar pembangunan Surabaya lebih mengedepankan partispasi rakyat dan berpihak untuk kepentingan rakyat. Dengan begitu maka KBRS bisa menjadi sekolah bagi kita untuk menyiapkan orang – orang terbaik yang akan menjadi pemimpin Surabaya ” ujarnya.

Menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Nasir, Wardoyo yang merupakan koordinator Paguyuban Rukun Warga sangat mengamini. ” Dalam perjuangan mang harus tahapan dan target capaian. Oleh karenanya sebagai wujud keberpihakan kepada calon pemimpin yang berpihak pada rakyat, maka kami siap memperjuangkan dan menjadikan orang terbaik yang berpihak kepada rakyat untuk jadi pemimpin, janganlah berpikir uang untuk menjadi pemimpin “, Ujar Wardoyo bersemangat.

Basuki yang biasa dipanggil Cak Bas, yang juga aktifis Pemuda Pancasila memberi masukan bahwa niat yang baik, pasti akan dikabulkan. Sehingga keinginan untuk menjadikan orang baik memimpin Surabaya baik di legislatif maupun eksekutif bukan hal yang sulit untuk diwujudkan. Tidak boleh ada lagi kecurigaan diantara kita.

Hermawan, Ketua RW Sukomanunggal menegaskan : ” Surabaya itu berbeda dengan kota lain, itu juga menggambarkan karakter orang Surabaya berbeda dengan daerah lain. Surabaya pernah membuktikan bisa mengalahkan penjajah dalam pertemuan 10 Nopember. Ini akan menjadi pesan bahwa Surabaya tidak akan mentolerir pada ketidak adilan. Sehingga konsolidasi ini mempunyai arti penting bagi ruang dialog melahirkan pemimpin Surabaya yang berpihak. Saya sangat bahagia sekali bisa hadir dalam ruang dialog hari ini “.

IMG-20180107-WA0010

Tak keringgalan kelompok mahasiswa yang hadir, mereka juga mengharapkan agar konsolidasi menjadi ruang dialog bagi lahirnya pemimpin yang baik, dan kita harus merumuskan jalan mana yang bisa dilewati. ” Konsolidasi ini bisa menjadi sekolah untuk menyegarkan dan menajamkan kepekaan kita terhadap berbagai isu yang berkembang “.

Sebagai penutup acara, Isa Ansori, menyampaikan beberapa pandangan tentang KBRS, bahwa kelak diharapkan menjadi rumah besar bagi lahirnya pemimpin yang baik, santun dan bermartabat di Kota Surabaya pada khususnya. Sehingga suatu saat KBRS bisa menjadi Keluarga Besar Rakyat Surabaya. Selain itu komunitas ini juga bisa menjadi sekolah politik bagi pemuda Surabaya, calon pemimpin untuk mengasah kepekaannya terhadap isu isu. Nah mari kita saling mengasah dan mengasih agar komunitas ini bergerak menjadi sebuah keluarga bagi kepentingan anak anak dan warga Surabaya.

IMG-20180107-WA0006

Kegiatan konsolidasi ini berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 6 sampai dengan 7 Januari 2018, diikuti oleh 83 orang yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat Surabaya. (Ish)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.