Bagaimana Pun Berwisatanya, Yang Penting Kebersamaan

khusnaOleh: Khusnatul Mawaddah

MEPNews.id – Menggeluti dunia pendidikan memang membutuhkan energi dan konsentrasi. Sebentar saja lengah, maka tak ayal momen penting bisa hilang. Karena banyaknya aktivitas yang butuh perhatian ekstra, terkadang kita lupa bahwa tubuh kita butuh istirahat.

Untungnya, kalender pendidikan memberi libur lumayan panjang. Untuk semester satu tahun ajaran 2016/2017 ada libur dua minggu. Meski ada satu dua hari menyelesaikan tugas sekolah, tapi saya tetap bisa atur jadwal untuk refreshing.

Jadwal utama saya, menyenangkan anak-anak. Kami berkunjung ke tempat wisata anak. Ada game, ada kolam renang, serta ada dunia hewan. Anak-anak butuh kebersamaan ketika melihat wahana wisata edukasi. Pengalaman bersosialisai dengan dunia luar merangsang anak untuk bisa mandiri.

Anak-anak melihat berbagai macam teman seusianya yang ikut antri tiket masuk, mendengarkan komunikasinya, serta bisa melihat tampilan yang berbeda-beda dari berbagai daerah. Di berbagai kesempatan, anak-anak bisa berkomunikasi dengan teman seusia lewat permainan bersama.

Saat berwisata musim liburan, kita bisa menciptakan kenangan manis dan indah bersama keluarga tercinta. Ketika melihat wahana permainan, pastinya dengan berjalan atau naik, tentu menguras tenaga. Namun, saat dilakukan bersama anak-anak dan karena diliputi rasa senang, maka capeknya tidak terasa.

Lain lagi kalau berkunjung kawasan wisata alam. Misalnya di kawasan Puncak, di Batu, di Brastagi, atau di Kintamani. Suasana sejuk, tenang, dan penuh hijau dedaunan di kawasan-kawasan itu bisa membuat suasana jadi segar. Segala kepenatan dan ketegangan saat bekerja serasa hilang.

Anggaran bisa dihemat berdasarkan ukuran kebutuhan. Maka, sebelum meninggalkan sejenak rutinitas untuk liburan, budget harus direncanakan dengan baik untuk mendukung acara refreshing. Pergi bersama rombongan, atau sendirian bersama keluarga saja.

Ambil contoh, jika berwisata rombongan menggunakan bus besar, biaya sewa dari kota saya di Bojonegoro ke kota Tuban bisa Rp 4 juta yang ditanggung bareng 60 orang. Ditambah biaya konsumsi, obat-obatan, tiket masuk, parkir serta konsumsi sopir dan kenek, per orang bisa ketemu Rp 200 ribu rupiah. Ini termasuk ukuran standar hemat untuk wisata rombongan. Ukuran pengeluaran tinggal mengalikan saja berapa anak yang saya bawa. Tentu saja ada tambahan biaya oleh-oleh untuk teman dan tetangga.

Kalau memakai mobil pribadi, anggaran bisa lebih mahal karena biaya bensin, konsumsi, tiket, dan lain-lain yang lebih banyak dan harus ditanggung sendiri. Namun, keuntungan menggunakan kendaraan pribadi adalah kita jauh lebih bebas menentukan waktu, tempat, dan cara menikmati liburan.

Jadi, tinggal pilih mau refreshing ke mana.

Buat saya, yang penting anak-anak senang. Sehabis liburan, anak-anak bisa bersemangat lagi. Jika tidak ada dana, cukup berwisata di dalam kota. Tinggal cari suasana indah, makan bersama, bercanda dan saling bertukar pikiran. Yang penting, momen liburan bisa menjadi waktu yang berkualitas untuk menjaga keharmonisan.

Semoga kita selalu semangat.

Facebook Comments

POST A COMMENT.