Menulis Bisa Melepas Beban Hidup

agus harionoOleh: Agus Hariono

MEPNews.id – Setiap kita pasti memiliki beban hidup. Beban baik yang ringan maupun yang berat. Beban yang muncul dari hasil interaksi kita dengan orang lain, maupun beban yang muncul dari dalam diri kita sendiri. Yang pasti semua kita memilikinya.

Kebanyakan orang tidak suka memiliki beban hidup. Itu lah mengapa banyak yang akhirnya tidak kuat menyangga beban hidupnya sendiri. Beban hidup dianggap sangat mengganggu kehidupannya. Hidup menjadi tidak enak, tidak nyaman, penuh dengan penderitaan.

Namun, jika boleh kita bilang, sebenarnya beban hidup adalah cara pandang kita sendiri terhadap masalah kehidupan. Kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan harapan kita itu lah yang akhirnya menjadi beban hidup.

Bagi orang yang tahu dan sadar tentang masalah dalam hidup, tentu mereka segera bertindak untuk menyelesaikannya. Bagi orang yang tidak tahu, ditambah lagi dengan tidak sadar, maka masalah justru tidak akan cepat selesai, beban tidak semakin berkurang, justru masalah semakin pelik dan beban menjadi lebih berat.

Masing-masing orang memiliki cara untuk melepas beban dalam dirinya. Karena masing-masing memiliki keinginan untuk hidup enak dan nyaman. Sedang adanya beban menjadi hidup tidak nyaman.

Saya sendiri, sama seperti yang lain, juga memiliki beban hidup. Selain berusaha menyelesaikan pokok masalah, saya juga berusaha melepas beban dengan cara menulis. Iya, dengan cara menulis.

Dengan menulis saya bisa meluapkan emosi, beban, dan apa saja yang bersarang dalam uneg-uneg diri saya. Pasca menulis, pikiran saya menjadi semakin tenang dan hati merasa lega.

Berbicara manfaat menulis, sebenarnya tidak akan pernah ada habisnya. Ibarat menimba air laut. Sejak sekarang hingga kapan pun, air laut tidak akan pernah habis. Ini menandakan manfaat menulis akan senantiasa berkembang sesuai perasaaan yang dirasakan masing-masing penulis.

Setidaknya kita telah tahu beberapa manfaat menulis dari beberapa penulis hebat. Misalnya, kata Fatima Mernissi, setiap goresan pena dapat menghilangkan satu keriput di kantung mata. Psikolog yang juga peneliti James Pennebaker juga membuktikan bahwa menulis dapat meningkatkan imunitas seseorang.

Sedang menurut Hairston dalam Darmadi 1996:3-4, 1) Kegiatan menulis adalah sarana untuk menemukan sesuatu, dalam artian dapat mengangkat ide dan informasi yang ada di alam bawah sadar pemikiran kita. 2) Kegiatan menulis dapat memunculkan ide baru. 3) Kegiatan menulis dapat melatih kemampuan mengorganisasi dan menjernihkan berbagai konsep atau ide yang kita miliki. 4) Kegiatan menulis dapat melatih sikap objektif yang ada pada diri seseorang. 5) Kegiatan menulis dapat membantu diri kita untuk berlatih memecahkan beberapa masalah sekaligus. 6) Kegiatan menulis dalam sebuah bidang ilmu akan memungkinkan kita untuk menjadi aktif dan tidak hanya menjadi penerima informasi.

Saya sepakat dengan apa yang dikatakan Hairston bahwa menulis bisa sekaligus menyelesaikan masalah. Saya pernah merasakan, ketika menulis tiba-tiba banyak bermunculan ide baru. Tidak jarang ide-ide tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah. Mungkin jika ingin kita runut, kita akan memperoleh suatu gambaran besar dari manfaat menulis.

Sebagaimana judul di atas, menulis sama dengan melepas beban. Dengan menulis, pikiran kita menjadi jernih, hati kita terasa ringan. Ide-ide yang ada dalam diri kita itulah yang menjadi beban. Manakala ide-ide itu dilepaskan dan didivisualisasikan dalam bentuk tulisan, beban-beban dalam diri kita mulai berkurang. Rasa nyaman, rasa puas tiba-tiba muncul begitu saja. Bila itu dilaksanakan secara terus-menerus, tentu diri kita akan semakin berimbang dan membaik.

Wallahu a’lam!

Facebook Comments

POST A COMMENT.