Handuk Mandi Itu Tak Sebersih yang Anda Kira

MEPNews.id – Berat juga untuk mengabarkannya. Tapi, ya sudah lah. Dikabarkan saja agar kondisinya dipahami dan kelak diambil tindakan yang pas.

Sebenarnya, handuk mandi itu kotor; sangat kotor. Begitu selesai digunakan, handuk menjadi tempat berkembang biak jazad renik semacam bakteri dan jamur, pembuangan sel kulit mati, hingga sekresi dari saliva, anal dan urine. Selain itu, banyak kuman dan sejenisnya di kamar mandi yang mungkin melompat ke handuk.

Memang, sebagian besar dari jazad renik dan mikroba ini tidak membahayakan. Apa lagi sebagian besar dari mungkin berasal dari tubuh Anda sendiri. Namun, mereka ada di sana. Ada sejumlah jazad renik atau mikroba jahat yang mungkin turut berkembang biak dengan cepat. Nah, ini yang berpotensi bahaya.

Jadi, berapa kali Anda bisa menggunakan handuk sebelum konsentrasi jazad renik dan mikroba sudah meningkat sehingga Anda perlu mencucinya?

“Jika Anda bisa mengeringkan handuk sepenuhnya, penggunaannya tidak lebih dari tiga kali,” kata Philip Tierno, ahli mikrobiologi dan ahli patologi dari New York University School of Medicine, pada Tech Insider yang dikutip Julia Calderon 5 Januari 2018.

Ini dengan asumsi Anda menggantung handuk di tempat yang kering sehingga udara benar-benar bisa keluar.

“Jika handuk basah, bakteri dan kuman jahat gampang tumbuh,” kata Tierno. “Jika sudah ada bau dari handuk, maka ada mikroba yang sedang tumbuh. Nah, handuk harus segera dicuci.”

Handuk menjadi tempat ideal perkembang-biakan bakteri, kuman, jamur, dan pathogen lain, karena mengandung banyak kebutuhan hidup mikroba. Ada air, suhu hangat, oksigen, makanan, dan pH netral. Tubuh manusia memasok kondisi kebutuhan hidup ideal ini. Karena itu lah seluruh tubuh kita mengandung mikroba di dalam maupun di luar.

Bila Anda menyeka kelembaban dari tubuh, maka mikroba dan sekresi lainnya termasuk serabut seluler yang hidup di permukaan tubuh Anda akan berpindah ke handuk dan tersimpan di situ. Sampah seluler dan endapan lainnya dari udara di handuk berfungsi sebagai makanan untuk mikroba. Kelembaban memasok air dengan pH netral.

Sulit untuk mengatakan apakah mikroba yang tumbuh di handuk Anda berbahaya, kata Tierno, karena kebanyakan tidak berbahaya bagi diri kita sendiri. Tetapi, jika Anda berbagi handuk dengan orang lain, ada potensi kontak dengan organisme yang tubuh Anda tidak terbiasa.

“Staphylococcus aureus dapat menyebabkan bisul atau jerawat atau infeksi lainnya,” kata Tierno. “Maka, bersikaplah bijaksana dan sadar terkait handuk.”

Sebagian besar kita memang sadar bahwa handuk yang sudah dipakai sering kali menjijikkan. Jika dipakai orang banyak, handuknya dicuci saja masih belum cukup bersih dan sehat. Perlu tindakan khusus pembersih kuman, bakteri, hingga jamur jahat.

Facebook Comments

POST A COMMENT.