Waspada! ‘Koma Gula’ Itu Nyata dan Bahaya

MEPNews.id – Mari, bijak dalam mengkonsumsi gula dan yang manis-manis buatan pabrik. Konsumsilah sebatas wajar dan sesuai kebutuhan. Jika berlebihan, efek negatifnya banyak dan laten. Tidak langsung mematikan, tapi perlahan-lahan.

Selain terkait dengan diabetes, mengkonsumsi glukosa juga dapat mengganggu kinerja kognitif. Penelitian terbaru di Selandia Baru mengungkapkan, gula dapat mengganggu kinerja otak sehingga mengakibatkan ‘koma’ skala kecil.

Dikabarkan oleh Press Association pada 3 Januari 2018, studi kecil yang dilakukan para ilmuwan di Selandia Baru menunjukkan glukosa dan sukrosa dapat mempengaruhi kinerja tugas kognitif otak. Padahal, dua produk manis ini ditemukan dalam gula rumah tangga.

Sebagaimana dilaporkan lewat jurnal Physiology & Behavior, tim peneliti menguji 49 orang. Mereka memantau efek tiga jenis gula yang biasa dikonsumsi manusia. Glukosa dalam gula di dapur, fruktosa dalam buah, dan sukrosa dalam gula di dapur. Sebagai pembanding, ada plasebo (sucralose). Dalam periode penelitian 16 minggu, peserta diinstruksikan berpuasa selama 10 jam sebelum tes. Kadar gula darah semua peserta diukur dengan tes tusukan jari.

Hasilnya? Subjek tes yang mengkonsumsi glukosa dan sukrosa menunjukkan penundaan signifikan dalam menyelesaikan tugas kognitif, dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi fruktosa atau sucralose.

Padahal, dalam sejumlah penelitian sebelumnya, ada indikasi glukosa bisa meningkatkan memori dalam jangka pendek. Efeknya yang ditemukan kali justru menunjukkan kelambatan kognitif di antara mereka yang mengkonsumsi glukosa dan sukrosa.

Dalam kertas kerja penelitian dituliskan, “Secara keseluruhan, temuan tersebut menunjukkan glukosa dan sukrosa memiliki efek yang relatif negatif terhadap kinerja kognitif. Sebaliknya, tidak ada efek nyata terhadap kinerja yang ditemukan saat mengkonsumsi fruktosa dibandingkan dengan mengkonsumsi gula plasebo.”

Mei Peng, dosen sains sensorik di Universitas Otago yang menuliskan laporan penelitian, mengatakan kepada PsyPost, “Studi kami menunjukkan bahwa ‘koma gula’ –berkaitan dengan glukosa– memang fenomena nyata. Itu terjadi saat tingkat perhatian jadi menurun setelah mengkonsumsi gula yang mengandung glukosa.”

Memang, ukuran sampel dalam penelitian ini relatif kecil. Namun, para peneliti melihat efek ‘koma gula’ ini cukup besar. “Maka, perlu penelitian lebih lanjut untuk temuan ini. Penelitian ke depan, dengan menggunakan teknik neuroimaging, mengukur seberapa jauh daerah otak yang berubah setelah konsumsi gula. Ini akan membantu kita lebih memahami bagaimana penurunan perhatian terjadi setelah konsumsi glukosa.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.