Aroma Kaos Suami Bisa Redakan Stress Istri

MEPNews.id – Sedang stress? Banyak tekanan pekerjaan atau urusan lain? Jangan pakai narkoba. Haram! Gak usah pakai obat penenang. Lebih baik, ambil kaos pasangan yang masih basah oleh keringatnya. Cium. Aroma kaos pasangan romantis dapat menurunkan tingkat stres.

Studi terbaru dari University of British Columbia (UBC) di Kanada yang dipublikasikan 3 Januari 2018 di Journal of Personality and Social Psychology itu menemukan, wanita merasa lebih tenang setelah terpapar aroma pasangan pria mereka. Terpapar aroma orang asing memiliki efek sebaliknya dan bahkan bisa menaikkan kadar hormon kortisol pemicu stres.

“Banyak wanita mengenakan kaos suami atau tidur di bagian tempat tidur yang biasa dipakai suami saat si suami sedang pergi. Tapi, mungkin para wanita tidak menyadari mengapa terlibat dalam perilaku semacam itu,” kata Marlise Hofer, mahasiswa pascasarjana departemen psikologi, penulis utama studi ini, sebagaimana dikutip EurekAlert! edisi 4 Januari 2018. “Temuan kami menunjukkan, aroma suami saja, tanpa kehadiran fisik mereka, bisa menjadi alat ampuh untuk membantu mengurangi stres.”

Untuk melakukan studi ini, para peneliti merekrut 96 pasangan lawan jenis. Para pria diberi kaos T-shirt bersih untuk dipakai selama 24 jam, dan diminta menahan diri tidak menggunakan produk deodoran dan pewangi, merokok atau mengonsumsi makanan tertentu yang dapat mempengaruhi aroma. Kaos T-shirt itu kemudian dibekukan untuk mengawetkan aroma tubuh para pria itu.

Lalu, para wanita secara acak diminta mencium kaus T-shirt yang tidak dipakai, atau dipakai oleh pasangan mereka, atau yang dipakai orang asing. Tanpa diberitahu asal-usul kaos itu, mereka lalu menjalani tes stress. Antara lain semacam wawancara kerja, mengerjakan tugas matematika mental. Mereka kemudian juga diminta menjawab pertanyaan tentang tingkat stres dan menyediakan sampel air liur untuk mengukur tingkat kortisol diri.

Kenapa para peneliti meminta kaum wanita bertindak sebagai ‘pencium’? Karena wanita cenderung memiliki indra penciuman yang lebih baik daripada pria.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa wanita yang mencium kaos pasangan merasa menjadi lebih santai sebelum dan sesudah tes stress. Mereka yang bisa mencium kemeja pasangan dan bisa mengidentifikasi dengan benar aroma tersebut, juga memiliki tingkat kortisol lebih rendah. Artinya, manfaat aroma pasangan bagi pengurangan stres ternyata sangat kuat bagi wanita yang tahu bau siapa itu. Sementara itu, wanita yang mencium aroma orang asing justru mengalami peningkatan kadar kortisol saat tes stres.

Peneliti menduga, faktor evolusioner dapat mempengaruhi mengapa aroma orang lain mempengaruhi tingkat kortisol seseorang. “Dari usia muda, orang takut pada orang asing, terutama pria yang tidak dikenal. Mungkin saja aroma pria asing memicu respons ‘fight or flight‘ yang menyebabkan kadar kortisol meningkat. Ini bisa terjadi tanpa kita sadari sepenuhnya,” kata Hofer.

Frances Chen, asisten profesor psikologi UBC sekaligus penulis senior studi ini, mengatakan temuan tersebut dapat memiliki implikasi praktis untuk membantu orang mengatasi situasi stres saat mereka ditinggal pergi orang yang dicintai.”

“Dengan globalisasi, orang semakin bepergian untuk bekerja atau pindah ke kota baru,” kata Chen. “Penelitian kami menunjukkan bahwa sesuatu sederhana seperti mengambil pakaian yang akan dikenakan orang tersayang dapat membantu menurunkan tingkat stres saat Anda jauh dari rumah.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.