Buku dengan Nama pada Objek Dapat Membantu Pembelajaran Bayi

MEPNews.id – Melibatkan bayi dengan buku bergambar yang dengan jelas memberi nama pada individu atau objek tertentu bisa membantu mereka tetap memperhatikan dan menyimpan lebih banyak informasi. Traci Pedersen, untuk PsichCentral edisi 1 Januari 2018, mengungkapkan studi terbaru tentang hal itu sudah diterbitkan dalam jurnal Child Development.

“Ketika orang tua memberi label pada orang atau karakter dengan nama-nama tertentu, bayi belajar cukup banyak,” kata Dr. Lisa Scott, profesor psikologi di Universitas Florida, Amerika Serikat, yang menjadi salah penulis studi. “Buku-buku dengan nama pada masing-masing individu juga mendorong orang tua berbicara lebih banyak dengan bayi.”

Untuk penelitian ini, Scott dan rekan-rekan dari University of Massachusetts-Amherst, mengevaluasi bayi-bayi di Laboratorium Brain, Cognition, dan Development milik Scott. Bayi-bayi itu datang ke laboratorium dua kali: pada usia enam bulan dan pada usia sembilan bulan. Para peneliti menggunakan eye-tracking dan electroencephalogram (EEG), untuk mengukur tingkat perhatian dan pembelajaran bayi pada usia enam bulan lalu pada sembilan bulan.

Di sela kunjungan ke laboratorium, para orang tua diminta membaca untuk bayi mereka di rumah sesuai jadwal. Selama 10 menit, orang tua dan bayi membaca buku setiap hari selama dua minggu pertama, setiap hari selama dua minggu kedua, dan terus sampai bayi kembali ke lab pada usia sembilan bulan.

Untuk eksperimen, 23 keluarga secara acak diberi buku cerita. Satu set buku berisi nama-nama untuk masing-masing gambar individu. Satu set lainnya berisi label untuk tingkat kategori secara umum. Kedua set buku itu identik, kecuali yang ada labelnya. Masing-masing dari delapan halaman buku itu menampilkan satu gambar individu dan satu cerita dalam dua kalimat.

Buku-buku tentang individu dengan jelas mengidentifikasi dan memberi label pada delapan individu dengan nama-nama individual antara lain Jamar, Boris, Anice, dan Fiona. Buku-buku tingkat kategori mencakup hanya dua label yakni hitchel dan wadgen untuk semua gambar.

Sebagai pembanding, ada kelompok kontrol berisi 11 bayi berusia sembilan bulan yang tidak menerima buku dan tidak diajak membaca.

Hasilnya menunjukkan, bayi yang orang tuanya membacakan nama-nama individu dalam buku bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk fokus dan memperhatikan gambar. Aktivitas otak mereka dengan jelas menunjukkan karakter setelah membaca buku. Kondisi semacam ini tidak ditemukan pada bayi yang belum membaca buku, pada kelompok kontrol, atau pada kelompok bayi yang diberi buku dengan label kategori saja.

Scott sejak 2006 telah menyelidiki bagaimana spesifisitas label mempengaruhi pembelajaran bayi dan perkembangan otak. Studi longitudinal ini adalah yang ketiga dalam rangkaian penelitiannya. Pelacakan mata dan temuan EEG sejalan dengan dua penelitiannya yang lain yang menunjukkan bahwa kekhususan nama dalam buku bisa meningkatkan kognisi pada bayi.

“Ada banyak rekomendasi terkait membaca buku untuk bayi. Temuan kami memberi dasar ilmiah untuk rekomendasi ini, dan menyarankan bahwa jenis buku juga penting,” kata Scott. “Membaca bersama adalah cara yang baik untuk mendukung perkembangan bayi di tahun pertama kehidupan. Ini menciptakan lingkungan yang menyenangkan bagi orang tua dan bayi, dan mendorong orang tua untuk berbicara dengan bayi mereka.” (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.