Mengapa Ada Orang Yang Alergi Berolahraga?

MEPNews.id – Ya, alergi yang sebenar-benarnya, bukan ‘alergi’ berupa malas berolahraga.

Ada orang yang kadang memerah di lengan atau bagian belakang betis, lalu ada rasa gatal dan bahkan sampai susah bernafas. Sepertinya, orang ini berada di salah satu spektrum ‘exercise-induced anaphylaxis’ (EIA) alias ‘anafilaksis akibat olahraga’.

Sebagaimana dijelaskan Lindsay Dodgson, dalam Business Insider edisi 29 Desember 2017, pada dasarnya exercise-induced anaphylaxis adalah alergi terhadap olahraga. Kondisi ini mempengaruhi sekitar 2 persen populasi manusia. Paling sering terjadi setelah aktivitas fisik kuat antara lain jogging, tennis, menari cepat, dan bersepeda. Tapi, tingkat latihan lebih rendah termasuk jalan kaki juga bisa menimbulkan reaksi.

Exercise-induced anaphylaxis yang tidak parah tidak menghentikan aktivitas seseorang untuk berolahraga. Namun, dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, gejala ini bisa fatal. Exercise-induced anaphylaxis mirip dengan alergi lainnya. Yang berbeda adalah keparahannya berdasarkan orang per orang.

Selama reaksi alergi, sistem kekebalan tubuh membuat antibodi yakni protein dalam darah yang melawan bakteri dan benda asing. Ketika seseorang mengalami exercise-induced anaphylaxis, antibodi diproduksi untuk melawan sesuatu meski tidak selalu dibutuhkan. Antibodi ini melepaskan beberapa zat kimia yang berbeda. Misalnya, histamin yang menyebabkan gejala seperti pilek dan kulit meradang.

Gejala exercise-induced anaphylaxis meliputi gatal-gatal, sesak nafas, dan terkadang masalah pencernaan. Jika terus berolahraga saat ini terjadi, reaksinya bisa menjadi lebih parah. Puncaknya antara lain penutupan saluran tenggorokan hingga tekanan darah merendah yang dapat menyebabkan kegagalan sirkulasi. Maka, ada baiknya membawa inhaler ke gym untuk berjaga-jaga.

Lalu, apa penyebab exercise-induced anaphylaxis?

Dokter tidak selalu tahu penyebabnya. Namun, dalam banyak kasus, orang mengalami exercise-induced anaphylaxis akibat makanan tertentu. Saat berolahraga segera setelah makan makanan itu, muncul reaksi. Bisa juga saat makan makanan secara normal, tapi ada sesuatu terkait kombinasi aktivitas fisik dan makanan yang memicu sistem kekebalan tubuh.

Menurut Medscape, makanan yang paling umum terkait exercise-induced anaphylaxis adalah gandum, kerang, tomat, kacang tanah, dan jagung. Tapi, makanan lain dilaporkan berdampak juga, antara lain daging, buah, biji, susu, kedelai, selada, kacang polong, kacang-kacangan, dan nasi. Jadi, susah juga menghindari makanan ini.

Ada juga kemungkinan exercise-induced anaphylaxis dipicu oleh sesuatu yang dihirup. Antara lain puing, debu, hewan tungau, atau spora jamur.

Bisakah disembuhkan?

Sebagaimana umumnya alergi, tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkannya. Satu-satunya cara untuk mencegah exercise-induced anaphylaxis adalah berolahraga dengan intensitas rendah. Atau, ubah jenis olahraganya. Sejauh ini, berenang belum dikaitkan dengan exercise-induced anaphylaxis.

Jika makanan tertentu memicu reaksi, rekomendasi medisnya adalah berhenti makan makanan itu enam sampai delapan jam sebelum berolahraga. Karena cuaca sangat panas atau dingin juga memperburuk reaksi, maka hindari saja berolahraga pada saat itu.

Facebook Comments

POST A COMMENT.