Catatan Ainun Azizah dari Eropa, 2017 Penuh Perubahan

MEPNews.id —- 2017 adalah tahun yg didalamnya banyak memberikan pengalaman dan pelajaran baru. Di dalamnya aku banyak melewati fase-fase baru dan perubahan dalam hidupku. Di tahun ini pula untuk pertama kalinya aku lewati hari hari ku tanpa hangatnya lingkungan keluarga.

Berat? Mungkin.
Kecewa? Sama sekali tidak.
Dengan begini aku banyak belajar dan berubah. Belajar menghadapi masalah dan belajar bagaimana cara mengatur dan mendisiplinkan diri sendiri. Berubah, berubah dari seorang Ainun yang manja, tidak bisa apa-apa, petakilan, “Beselemak peak“(tidak teratur), yang bisanya hanya santai dirumah tanpa mikirkan cucian, makan apa?, beresin rumah dan tidak punya tanggung jawab. Sekarang berubah menjadi Ainun yang seperti sekarang, yang memiliki tanggung jawab besar terutama untuk dirinya sendiri dan orang tua.

Sangat banyak cerita dan kejadian penting yang ingin kubagikan , mungkin jika kuceritakan semuanya bisa jadi berbuku- buku. Tapi aku akan coba membagikan hal hal yang paling penting menurutku di artikel kali ini.

6 bulan pertama hari – hariku masih seperti tahun sebelumnya. Menjadi murid di salah satu akademi bahasa ( Sprachkurs ) di Aachen. Kegiatanku tidak lebih dari hanya Rumah – Sprachkurs, Sprachkurs – Rumah. Akhir juni sekolah bahasaku pun selesai. Tidak terasa 9 bulan sudah aku belajar disana . Sekarang tinggal menunggu undangan untuk ujian masuk Studienkolleg atau sekolah penyetaraan.

Aku memiliki waktu sekitar 2 bulan hingga ujian masuk. Dengan selesainya sekolah bahasaku , aku pun mendapatkan ijin untuk kerja full time. Aku memutuskan untuk bekerja 1 bulan dan fokus persiapan 1 bulan .

Ini adalah pengalaman pertama ku bekerja. Bekerja sebagai buruh di salah satu pabrik cokelat. Pekerjaanku mudah, hanya packing packing cokelat yang sudah jadi. 8-10 jam/ hari waktu ku kuhabiskan dengan berdiri memandangi dan mencium aroma nikmatnya cokelat cokelat itu .

FB_IMG_1514637429882

1 bulan pun berakhir, tiba saatnya dimana aku harus mempersiapkan diriku untuk ujian masuk itu . Dari 11 Studienkolleg yang kudaftar hanya 2 undangan yang kuterima . Sedangkan teman teman ku yang lain dapat 5 bahkan ada yang 10. Dan sedihnya lagi dari 2 undangan itu mereka mengadakan ujian di tanggal dan waktu yang sama. Singkat cerita aku hanya bisa mengikuti satu ujian saja .

Takut? Kecewa? Sedih? Itu semua yang kurasakan . Hanya doa dan tekad untuk tidak mengecewakan orang tua yang menjadi kekuatan tersendiri untukku. Hingga akhirnya ujian itu tiba dan Alhamdulillah 1 hari setelahnya aku mendapatkan kabar kelulusanku. Dengan perasaan sedih dan bahagia aku mengabarkan mama papa. Tidak lebih dari 3 hari aku harus sudah pindah ke Köthen.

Banyak cerita sedih dan mengesankan selama aku mempersiapkan ujian ini yang ingin kubagikan. Mungkin akan kubuat artikelnya tersendiri.

Hingga tiba hari pertamaku kembali “SMA“ lagi. Sekitar 20 orang teman temanku dari berbagai negara. Kota baru , teman baru, “Masalah Baru“ yang kudapatkan disini. Kota kecil yang bahkan bisa dibilang desa . Tiada Mall, minimnya Transportasi umum dan penduduk mayoritas Lansia itu lah yang menggambarkan Köthen ku ini . Di sisi lain ada pelajaran dan hikmah yang kudapatkan . Disini aku sadar bahwa betapa borosnya hidupku selama di Aachen. Disini aku bisa belajar mengatur keuangan dan berhemat .

Singkat cerita sudah hampir 4 bulan aku disini. Liburan akhir tahun pun kumanfaatkan untuk liburan ke Praha ( Republik Ceko). Sekedar untuk menghilangkan penat dan merefreshkan pikiran mengingat 1 hari setelah tahun baru ujian di sekolah telah menanti.

Praha kota yang banyak menyimpan keindahan di dalamnya. Kota tuanya yang indah beserta pemandangan genteng genteng orange dan sungai yang mengalir dibawahnya . Di Praha aku bertemu dengan orang orang baik . Salah satu diantara mereka adalah orang yang menjadi bagian dari sejarah bangsa kita. Cerita ini akan aku buat artikel khusus untuk membahasnya.

Tahun ini akan berakhir, tahun dimana banyak titik balik dalam hidupku. 2018 akan segera tiba. Tahun baru, harapan baru, cerita baru dan inshaallah perubahan dan pelajaran baru yang akan kudapatkan nnt.

Sedikit pesan yang kudapatkan dari hari hari ku di 2017.

“Keluar dari Zona nyamanmu tidak akan membuatmu kecewa dan menyesal. Bahkan kau akan berterima kasih dengannya karena sudah membuatmu mengetahui banyak hal yang belum kau ketahui dan bahkan perubahan dan titik balik ke arah yang lebih baik akan kau dapatkan di luar zona nyamanmu“

Praha 30 Desember 2017

Ainun Azizah, mahasiswa asal Medan, Koresponden MEPNews.id di Eropa, pembelajar kehidupan.

Article Tags

Facebook Comments

Website Comments

POST A COMMENT.