Cak Nun: Mbah Imam Zahid yang “Bersihkan” Jombang dan Mempersilahkan Mbah Hasyim Bikin Pesantren Tebuireng

MEPNews.id — Pertemuan dan silaturahmi Bani Lathif selama dua hari ini hendaknya bukan sekadar sukses dan puas. Tetapi anak anak harus mendapat “sesuatu” yang dalam. Harus paham, mereka adalah cucu dan cicit mbah Imam Zahid yang kemudian menurun ke Bani Lathif.

Penegasan itu disampaikan Cak Nun (Emha Ainum Nadjib) saat menutup acara silaturahmi Bani Lathif di Kasihan Yogya 24 dan 25 Desember.

“Anak cucu kita harus memahami mereka keturunan mbah Imam Zahid, salah seorang yang dikarunia Allah kelebihan khusus. Beliau bersama KH Hasyim Asari dan KH Achmad Dahlan adalah sosok yang harus kita jaga martabatnya. Beliau bersama berguru pada Syekhona Cholil Bangkalan,” tegas Cak Nun.

Mbah Imam Zahid adalah sosok yang mendirikan kota Jombang, setelah menaklukkan para “dugdeng” (para pendekar jahat) di Jombang, kemudian beliau selama dua kali menunjuk sosok yang tepat menjadi Bupati.

“Beliau bersihkan Jombang dari segala penjuru, kemudian menunjuk bupatinya dan mempersilahkan KH Hasyim As’ari untuk mendirikan pesantren Tebuireng. Ini artinya, kita semua anak turunnya adalah melayani, bukan memegang kekuasaan.”

Maka, Cak Nun mengaku bahagia hari ini puluhan dokter dan perawat keturunan Bani Lathif yang juga cicit mbah imam Zahid melakukan pengobatan untuk masyarakat Kasihan Bantul.

“Ini bukti nyata, keturunannya bukan penguasa. Tetapi pelayan. Ada yang jadi dokter, guru, perawat dan macam2 yang melayani masyarakat.”

Maka tegas Cak Nun, tugas utama kita anak cicitnya untuk menjaga martabat beliau. Kita tidak perlu menjadi pejabat, pemimpin, tapi tirulah mbah Imam Zahid, para pemimpin dan pejabat justru beliau yang menentukan.

“Kewibawaan itu yang mbah Imam Zahid miliki. Kita wajib mewarisinya.” (Mmc)

Facebook Comments

POST A COMMENT.