Mbah Lathif Tetesi Gen Pendidikan pada Anak Cucunya

MEPNews.id — Keberhasilan anak dan cucu tak pernah lepas dari perjuangan ayah ibunya, bahkan perjuangan kakek nenek, bahkan buyutnya.

Itulah salah satu kesimpulan dari dialog pendidikan yang diadakan dalam acara silatutahmi keluarga besar Bani Lathif, Minggu (24/12) di TKIT alhamdulillah, kasihan Bantul Yogyakarta.

Setelah acara dibuka Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) sebagai tuan rumah, dilanjut dialog dengan narasumber : Maki dan Dr Fathoni ( YPM Sepanjang), Inayah Wafiah (TKIT Alhamdulillah), Hartono (SMA Ulul Albab Sepanjang Sidoarjo) Abdullah Muti’ ( Sidoarjo), A.Miftah Latief (SMK Global Jombang) dan dipandu Yusron Aminulloh (MEPTraining) yang kesemuanya adalah anak turun Mbah Lathif Sumobito Jombang.

“Saya ditinggali abah saya (KH Hasyim Latief) puluhan sekolah dan sistem yang bagus. Sehingga tinggal meneruskan,” tegas Maki.

Bahkan Maki mengaku tinggal meneruskan langkah apa yang sudah dilakukan ayahnya. Dan langkah langkah itu tinggal dicatat, dirumuskan dan diterapkan.

“Karena itu 30 sekolah yang ditinggal abah tinggal kami kembangkan. Bahkan sekarang masuk SD hingga SMA / SMK di YPM sepanjang sudah inden, ” tambah Dr. Fatoni, menantu KH Hasyim Latief.

Inayah Al Wafiyah menceritakan perjalanan TKIT Alhamdulillah yang sudah berjalan 17 tahun.

“Saya berjalan dan bergerak sungguh-sungguh. Meski kami tidak pernah mengejar apapun. Termasuk unggul atau penghargaan. Kalau akhirnya diakui oleh masyarakat atau pemerintah dengan berbagai penghargaan nasional, semua itu alami dan tidak kejar.” Tegasnya.

Apalagi, Cak Nun sebagai pembina yayasan menekankan, kami tidak boleh mengambil uang dari sekolah untuk kepentingan kami. Meski bukan berarti gratis.

IMG-20171224-WA0135 IMG-20171224-WA0220

“Kalau anak anak seharian disini, membayar Rp 400 ribu perbulan. Semua kami kembalikan untik mereka. Baik untuk makan anak anak, fasilitas edukasi yang cukup.”

Sedangkan Hartono dari Bani Sya’diyah menjelaskan, bahwa SMP dan SMA Ulul Albab didirikan adalah untuk berbakti kepada masyarakat dengan niatan ibadah.

“Kami biasakan anak anak menjadikan ibadah sebagai naluri, ” tegasnya.

Sedang A Miftah Latief dari SMK Global Menturo mengaku prihatin, praktek ketidakjujuran masih berlangsung dimasyarakat (mmc)

Facebook Comments

POST A COMMENT.